News  

Pertama Kali, Pidato Mendikdasmen di Sidang Unesco Pakai Bahasa Indonesia

ilustrasi

JAKARTA – Untuk pertama kalinya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menggunakan bahasa Indonesia saat memberikan pidato di Sidang UNESCO di Samarkand, Uzbekistan, Selasa (4/11/2025). Ini menjadi tonggak sejarah yang menegaskan posisi bahasa nasional di dunia.

Saat mengawali pidato di Sidang UNESCO, Abdul Mu’ti masih menggunakan bahasa Inggris. Terutama saat menyampaikan hormat kepada petinggi UNESCO dan hadirin lainnya. Lalu menyampaikan rasa hormat terhadap Uzbekistan atas keberlangsungan acara tersebut.

Tak lupa dia menyampaikan kalau bahasa Indonesia sudah menjadi bahasa resmi di Sidang UNESCO. Sebelum mulai menggunakan bahasa Indonesia, Abdul Mu’ti mengawali dengan pantun.

“Bunga selasih mekar di taman, Petik setangkai buat ramuan. Terima kasih saya ucapkan, atas kesempatan menyampaikan pernyataan,” ujar Abdul Mu’ti.

Video pidato Abdul Mu’ti di Sidang UNESCO dengan bahasa Indonesia, diunggah oleh akun instagram Kemendikdasmen.

“Penggunaan bahasa Indonesia dalam forum internasional tertinggi ini membuktikan bahwa bahasa nasional memiliki daya diplomasi dan jangkauan global yang kuat. Sejak UNESCO menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi ke-10 Sidang Umum pada 20 November 2023 di Paris, eksistensi bahasa Indonesia kian diakui secara luas,” tulis Kemendikdasmen.

Sebelumnya, Abdul Mu’ti telah mengumumkan, Bahasa Indonesia akan dia gunakan dalam Konferesi UNESCO.

“Bahasa Indonesia telah menjadi bahasa resmi dalam rapat-rapat UNESCO. Insya Allah nanti pekan ini saya akan ke Uzbekistan. Saya akan berpidato menggunakan Bahasa Indonesia dan menjadi awal dari penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi dalam rapat-rapat UNESCO,” katanya di laman resmi Kemendikdasmen. (*)

Exit mobile version