Polda Jatim Identifikasi Korban KMP Tunu Pratama Jaya, Tim SAR Temukan Pelampung

Proses pencarian korban KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, melibatkan berbagai unsur. Tim DVI Polda Jatim berhasil identifikasi korban meninggal dari KMP Tunu Pratama Jaya. (doc/basarnas)

BANYUWANGI — Polda Jawa Timur memastikan keberhasil proses identifikasi satu korban meninggal dalam tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. Jenazah tersebut yakni Daniar Nadief Inzaqi (21), warga Glenmore, Banyuwangi.

Tim SAR sudah memasuki masa akhir proses pencarian dan penyelamatan korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. Dan pada hari ke enam, atau Senin (6/7/2025), Tim Polda Jatim berhasil melakukan identifikasi korban KMP Tunu Pratama Jaya. Jenasah korban ditemukan mengapung oleh Tim SAR.

Dengan demikian, total korban yang mencapai berjumlah 38 orang. Yakni 30 selamat dan 8 meninggal dunia. Sementara 27 orang lainnya masih dalam pencarian.

Selain berhasil identifikasi korban KMP Tunu Pratama Jaya, Tim SAR juga mendapatkan hasil baru dari pencarian di Selat Bali. Yakni adanya 2 pelampung yang kemungkinan besar berasal dari KMP Tunu Pratama Jaya.

Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan BASARNAS, R. Eko Suyatno memastikan temuan tersebut. Penemuan berkat pencarian melalui udara oleh helikopter BASARNAS HR 3606.

“Pelampung ditemukan di sekitar perairan Taman Nasional Alas Purwo, berjarak sekitar 32 mil laut dari titik tenggelam, pada koordinat 8° 40′ 12.34″ S dan 114° 35′ 30.85″ E,” ujar Eko.

Upaya pencarian korban KMP Tunu Pratama Jaya melibatkan ratusan personel gabungan dari berbagai instansi, termasuk TNI, Polri, Basarnas, dan relawan masyarakat. Pencarian korban KMP Tunu Pratama Jaya melalui tiga satuan tugas yakni udara, laut, dan bawah permukaan. Petugas menggunakan berbagai alat utama sistem pertolongan (Alut SAR).

Satuan Rescue Unit (SRU) udara mengerahkan tiga unit Alut: helikopter HR 3606 milik BASARNAS, helikopter Bell 429 milik POLRI, dan pesawat Cesna 217 milik API Banyuwangi, menyisir perairan Selat Bali hingga kawasan selatan Muncar dan Alas Purwo.

Sementara itu, SRU laut melakukan penyisiran dari utara lokasi kejadian hingga ke arah selatan, menjangkau kawasan Semenanjung Blambangan. Total area pencarian mencapai sekitar 25 mil laut. (*)

Exit mobile version