News  

Polisi Terus Cari Alvaro Anak Jaksel yang Hilang Sejak Maret

Polisi menyampaikan bahwa tim menemukan kerangka manusia di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, dan menyatakan Alvaro ditemukan meninggal. (doc)

JAKARTA – Polisi masih berupaya menemukan Alvaro anak jaksel, bocah berusia 6 tahun asal Pesanggrahan, Jakarta Selatan, yang hilang sejak Maret 2025. Kasus ini kembali menarik perhatian publik setelah polisi menemukan balita Bilqis, korban penculikan di Makassar, di Jambi.

Kapolsek Pesanggrahan AKP Seala Syah Alam menyampaikan bahwa pihaknya terus menelusuri keberadaan Alvaro anak jaksel bersama Polres Jakarta Selatan dan Polda Metro Jaya. Polisi menggunakan berbagai cara, termasuk menyebar informasi melalui akun media sosial resmi satuan kepolisian.

“Kami setiap hari memposting informasi tentang Alvaro di akun Polsek maupun akun pribadi saya. Tujuannya agar masyarakat yang memiliki informasi bisa segera melapor,” ujar Seala, Rabu (12/11/2025).

Polisi Telusuri Hingga Luar Jakarta

Selain itu, polisi terus menjalin komunikasi dengan keluarga Alvaro untuk memverifikasi setiap informasi yang masuk selama pencarian.

“Pihak keluarga beberapa kali menerima informasi palsu dari orang yang meminta uang dengan alasan tahu lokasi Alvaro. Karena itu, kami menjaga komunikasi rutin dengan mereka,” jelasnya.

Seala menambahkan bahwa anggotanya juga menelusuri informasi ke berbagai daerah di luar Jakarta. Setiap petunjuk, kata dia, langsung ditindaklanjuti di lapangan.

“Begitu ada laporan dari masyarakat, misalnya dari guru ngaji atau orang lain yang merasa pernah melihat Alvaro, kami langsung turun. Kami pernah menelusuri hingga Sukabumi dan Pandeglang,” tutur Seala.

Namun, polisi menghadapi kendala karena tidak ada rekaman kamera pengawas (CCTV) yang merekam momen terakhir Alvaro anak jaksel sebelum hilang.

“Salah satu kesulitannya, rekaman CCTV otomatis terhapus setiap hari, sedangkan laporan keluarga masuk tidak pada hari kejadian,” ungkap Seala.

Alvaro dilaporkan hilang pada 6 Maret 2025. Berdasarkan keterangan keluarga, bocah itu sempat berpamitan untuk menunaikan salat Magrib di Masjid Al-Muflihun, Ulujami, Pesanggrahan. Namun, ia tak pernah kembali ke rumah.

Keluarga langsung mencari Alvaro dan akhirnya melapor ke polisi setelah upaya pencarian mandiri tak membuahkan hasil. Teman-teman Alvaro juga menyatakan tidak melihatnya saat salat di masjid.

Kakek Alvaro, Tugimin (71), menduga cucunya diculik oleh seorang pria yang mengaku sebagai ayah korban. Dugaan itu muncul setelah marbot masjid menyampaikan kesaksian bahwa pria tersebut terlihat bersama Alvaro sebelum ia menghilang.

Polisi kini terus menelusuri setiap laporan masyarakat dan berharap bisa menemukan Alvaro anak jaksel dalam keadaan selamat. (*)