JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa perayaan HUT RI ke-80 akan berlangsung secara sederhana. Ia menyampaikan hal tersebut usai menghadiri Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 di Institut Teknologi Bandung (ITB), Kamis (7/8/2025).
“Kita relatif sederhana dulu, kita masih banyak pekerjaan untuk rakyat,” ujar Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo memilih kesederhanaan dalam perayaan HUT RI karena ia ingin fokus menyelesaikan berbagai tantangan rakyat. Ia menilai pemerintah perlu lebih mengutamakan kerja nyata untuk kesejahteraan masyarakat daripada menggelar perayaan besar-besaran.
Perayaan HUT RI selalu ada di tiap bulan Agustus. Sejak awal hingga akhir bulan, warga, lembaga swasta dan pemerintah menggelar berbagai kegiatan. Mulai dari lomba, tampilan hiburan hingga permainan tradisional. Dan yang paling banyak adalah karnafal budaya.
Dan perayaan HUT RI menjadi momentum untuk mengingatkan bangsa Indonesia pada perjuangan melawan penjajahan asing selama lebih dari tiga abad. Sejak abad ke-17, Belanda menjajah wilayah Nusantara melalui VOC. Dan setelah pembubaran VOC, wilayah ini berada di bawah kendali langsung Kerajaan Belanda.
Rakyat Indonesia menghadapi penindasan berat, kerja paksa, serta perampasan sumber daya alam. Namun, perlawanan terus berlangsung. Seperti Pangeran Diponegoro di Jawa, Imam Bonjol di Sumatera Barat, hingga Pattimura di Maluku. Meski awalnya bersifat lokal, perjuangan ini tumbuh menjadi gerakan nasional pada awal abad ke-20.
Kebangkitan nasional muncul berkat lahirnya organisasi seperti Budi Utomo (1908), Sarekat Islam, dan Partai Nasional Indonesia (PNI) yang dipimpin Soekarno. Para pemuda juga menyuarakan semangat persatuan lewat Sumpah Pemuda tahun 1928, yang menyatakan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa: Indonesia.
Selama pendudukan Jepang pada 1942–1945, tekanan semakin berat. Tetapi tokoh-tokoh nasional mendapat ruang untuk menyusun rencana kemerdekaan melalui BPUPKI dan PPKI.
Para pemuda mendesak Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan ketika ada kabar Jepang sudah menyerah kepada Sekutu. Akhirnya, pada 17 Agustus 1945, Soekarno dan Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di Jakarta. (*)
