JAKARTA – Presiden Prabowo sudah seharusnya untuk melakukan evaluasi besar-besaran di tubuh Polri, termasuk mengevaluasi Kapolri. Ini sebagai langkah penyelamatan Polri yang telah kehilangan kepercayaan dari masyarakat.
Saat ini, institusi Polri tengah menjadi sorotan masyarakat dan netizen tanah air. Salah satunya karena pemberintaan miring setelah ada oknum yang melakukan berbagai tindakan yang menyalahi aturan.
Mahfud MD di kanal pribadinnya, menyampaikan tuntutan tersebut. Presiden Prabowo sudah seharusnya mengevaluasi para petinggi Polri. Ini dengan berbagai berita yang menyebutkan, tingkat kepercayan masyarakat kepada Polri sudah sangat rendah.
“Itu harus diperbaiki,” katanya.
Dia lalu menyitir pidato Presiden Prabowo yang menjelaskan ciri negara gagal. Yakni saat tentara dan polis sudah enggan berkorban utnuk rakyat.
“Tingkat kepercayaan rendah karena tidak mau berkorban untuk rakyat. Ini terjadi di dalam banyak kasus. Ada jejak digital berapa banyak kasus yang melibatkn polri,” katanya.
Menurutnya, desakan kepada Presiden Prabowo untuk evaluasi Kapolri, memang sangat wajar. Jika evaluasi ini tidak ada, maka pernyataan Presiden Prabowo sebelumnya, hanya omong kosong saja.
“Cara menangganinya, pimpinan (polri) dibenarkan, ya dibereskan. (Diganti) orang-orang tepat. Ini artinya evaluasi menyeluruh. Presiden gevaluasi dari atas, baru Kapolri evaluasi ke bawah. Ini sesuai psiko hirarkis, karena bawahan tidak mungkin berani melawan perintah atasan,” terangnya.
Dia lalu berharap agar Presiden Prabowo untuk bisa evaluasi pimpinan Polri, yang bisa mulai dari Kapolri. Mahfud lalu memberikan batas waktu sampai April bagi Prabowo untuk evaluasi Kapolri bersama jajarannya sampai tingkat bawah.
“Kita berharap pada presiden. Dalam rentang waktu yang tersedia sampai April. Mudah-mudahan ada perbaikan. Kalau nda, menurut saya hanya omon-omon doang,” katanya.
Mahfud mengakui, Presiden Prabowo sudah pasti tahu apa yang terjadi di tubuh Polri. Sebagai presiden, tentu ada sumber-sumber yang bisa menyuplai informasi.
“Presiden tahu. Dia punya semua instrumen untuk memberi tahu kepada dia tentang apa yang terjadi sebaiknya gimana,” tegasnya. (*)
