News  

Profil dan Aktivitas Kepala BGN Dadan Hindayana

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjadi sorotan publik karena maraknya kasus keracunan pada siswa yang menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG).(doc)

JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjadi sorotan publik karena maraknya kasus keracunan pada siswa yang menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kasus keracunan MBG pada siswa meningkat pesat. Selama periode Januari hingga 25 September 2025, tercatat 70 kasus keracunan MBG dengan total korban mencapai 5.914. Dadan Hindayana terus memantau perkembangan kasus ini.

Program MBG adalah salah satu program unggulan pemerintah Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka. Dadan mengawasi pelaksanaan program tersebut.

Program MBG dimulai sejak 6 Januari 2025 untuk memenuhi kebutuhan gizi peserta didik dari PAUD hingga SMA/SMK dan SLB di seluruh Indonesia. Tujuannya, menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan kompetitif demi mendukung visi Generasi Emas 2045. Dadan memastikan program berjalan sesuai tujuan.

Namun, pelaksanaan program MBG menuai sejumlah kritik karena munculnya kasus keracunan di berbagai sekolah. Dadan Hindayana menegaskan pihaknya terus mengevaluasi setiap kasus keracunan MBG.

Ia menjelaskan bahwa BGN langsung menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) saat terjadi keracunan untuk dilakukan penyelidikan. Dadan mengawasi proses ini secara langsung.

“Kami meminta SPPG berhenti beroperasi sambil melakukan evaluasi dan analisis, termasuk membuat recovery terhadap anak yang trauma,” kata Dadan Hindayana di kantor BGN, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (22/9/2025).

Dalam proses recovery tersebut, BGN tidak memaksa anak yang trauma untuk menerima makanan. Dadan menekankan pihaknya menghormati kondisi anak-anak.

“Kami harus menghormati kondisi anak-anak tersebut, tapi dalam banyak kasus, sebagian besar anak ingin kembali mengonsumsi MBG,” tutur Dadan.

“Jadi hanya sebagian kecil yang trauma, tetapi sebagian besar kembali mengonsumsi MBG,” imbuh Dadan Hindayana.

Latar Belakang dan Karier Dadan Hindayana

Lantas, seperti apakah sosok Kepala BGN Dadan Hindayana? Berikut informasi lengkapnya.

Dadan dilantik menjadi Kepala BGN oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo pada Senin, 19 Agustus 2024. Artinya, penyuka olahraga golf ini telah menjabat Kepala BGN selama lebih dari satu tahun. Dadan aktif memimpin BGN sejak dilantik.

BGN sendiri dibentuk oleh Jokowi menjelang akhir jabatannya sebagai presiden. Dadan memegang kendali penuh atas lembaga tersebut.

Dadan Hindayana adalah akademisi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan dosen di Fakultas Pertanian IPB.

Ia lulus S-1 dari IPB pada 1990. Dadan Hindayana kemudian melanjutkan studi S-2 di University of Bonn, Jerman, dan meraih gelar doktoral di Leibniz Universitat Hannover, Jerman.

Dalam kariernya, Dadan pernah menjadi Ketua Sekolah Tinggi Pertanian Kewirausahaan Banau Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara.

Dadan Hindayana tercatat memiliki harta kekayaan sebesar Rp9 miliar, yang terakhir dilaporkan ke LHKPN KPK pada 14 Maret 2025.

Harta terbesar Dadan Hindayana berasal dari tanah dan bangunan di wilayah Bogor, total mencapai Rp5,9 miliar.

Berikut rincian harta kekayaan milik Dadan Hindayana:

I. DATA HARTA

A. TANAH DAN BANGUNAN Rp. 5.900.000.000

  • Tanah dan Bangunan Seluas 150 m² / 250 m² di Kota Bogor, hasil sendiri Rp2.000.000.000
  • Tanah Seluas 459 m² di Kota Bogor, hasil sendiri Rp3.900.000.000

B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 1.400.000.000

  • Mobil Mazda CX-5 Tahun 2023, hasil sendiri Rp675.000.000
  • Mobil Honda HR-V 1.5L SE CVT Tahun 2024, hasil sendiri Rp330.000.000
  • Mobil Mazda CX-3 1.5 (4×2) A/T Tahun 2023, hasil sendiri Rp395.000.000

C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. 322.400.000

D. SURAT BERHARGA Rp. —-

E. KAS DAN SETARA KAS Rp. 1.400.000.000

F. HARTA LAINNYA Rp. —-

Sub Total Rp. 9.022.400.000
Dadan Hindayana mengelola seluruh harta tersebut secara transparan dan sesuai aturan. (*)

Exit mobile version