Sport  

PSSI Siapkan Garuda Academy, Coach Justin : Mirip Johan Cruyff Institute

Justinus Lhaksana, atau Coach Justin melihat laga timnas senior. Coac Justin menilai, pendirian Garuda Academy meniru konsep Johan Cruyff Institut. (doc/instagram)

JAKARTA – Proyek PSSI untuk membuka Garuda Academy, ternyata meniru konsep milik legenda sepakbola asal Belanda, yakni Johan Cruyff. Dia mendirikan Johan Cruyff Institute yang pertama kali muncul di Utrecht.

Dalam waktu dekat, PSSI akan membuka Garuda Academy di Jakarta. Program ini untuk menyiapkan sejumlah profesional untuk mendukung industri sepak bola yang lebih profesional.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengatakan, PSSI sangat butuh tenaga profesional untuk mengelola sepak bola di tanah air.

“Ini sangat penting untuk manajemen olahraga,” katanya di podcast youtube The Haye Way.

Pengamat sepak bola, Justinus Lhaksana atau Coach Justin menduga, ide ini berasal dari Jordy Cruyff yang kini menjabat Technical Advisor di PSSI. Ide tersebut sangat mirip dengan konsep Johan Cruyff Institute yang pertama kali muncul di kota Utrecht, Belanda.

“Feelling gue, ini peran Jordy Cruyff. Dulu beberapa puluh tahun lalu, bokapnya bikin Johan Cruyff Institute,” katanya.

Dia menambahkan, semula perguruan tinggi ini hanya ada di Utrecht. Namun sekarang sudah berkembang ke seluruh Eropa. Termasuk di Barcelona.

Tujuan dari lembaga ini, katanya bukan untuk menciptakan atlit profesional. Tapi memberi ruang bagi siapapun untuk terlibat dalam dunia olah raga. Termasuk mereka yang tidak punya bakat dalam bidang olah raga.

Karena selama ini, pengelola industri olah raga punya latar belakang dan disiplin ilmu yang beragam. Seperti sarjana ekonomi, ahli sains dan lainnya.

“Lulusan marketing, ekonomilah, itukan lebih global,” katanya.

“Nah feeling gue, kedepan nantinya Garuda Academy akan lebih fokus pada dunia olah raga. Agar dunia olah raga, sekali lagi bukan hanya sepak bola, bisa lebih baik,” katanya.

Dia juga yakin, Garuda Academy nantinya akan berkembang di kota lain. Termasuk adanya peran lembaga ini bagi perkembangan cabang olah raga lain di luar sepak bola.

“Bukan hanya sepak bola dan batminton saja, tapi basket, volly, panjat tebing. Whatever olah raganya lah,” tegasnya. (*)

Exit mobile version