News  

Purbaya Akui Tanggung Jawab Lebih Besar Meski Gaji Lebih Kecil

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan curahan hatinya bahwa ia menerima gaji lebih kecil dibandingkan saat menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).(doc/instagram)

JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan curahan hatinya bahwa ia menerima gaji lebih kecil dibandingkan saat menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Ia menegaskan bahwa meskipun gaji lebih kecil, gengsi dan tanggung jawabnya justru lebih besar.

“Waktu saya dilantik jadi Menteri Keuangan, saya langsung tanya Sekjen soal gaji. Ternyata jumlahnya turun, gengsinya lebih tinggi tapi gaji lebih kecil,” ucap Purbaya dalam acara Great Lecture: Transformasi Ekonomi Nasional di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (11/9).

Meski mendapat gaji lebih kecil, Purbaya mengaku bersyukur karena Presiden Prabowo Subianto mempercayainya sebagai bendahara negara. Dengan jabatan ini, ia merasa bisa berkontribusi lebih besar terhadap bangsa.

Purbaya menjelaskan bahwa menerima gaji lebih kecil sebagai Menteri Keuangan sangat berbeda dengan posisinya saat menjadi Ketua LPS yang cenderung lebih santai. Ia menilai LPS baru bekerja keras jika ada bank besar yang bangkrut.

Perbedaan Gaji Lebih Kecil dan Beban Kerja yang Berat

Ia menegaskan bahwa sepanjang masa jabatannya di LPS, tidak ada satu pun bank besar di tanah air yang bangkrut. Situasi itu membuatnya tetap menerima gaji besar tanpa beban kerja, sedangkan sekarang ia bekerja lebih keras dengan gaji lebih kecil.

“LPS itu lembaga penting, tapi perannya di belakang layar. Kalau bank besar jatuh, baru kita kerja keras. Di sana gajinya besar, sementara di sini saya bekerja lebih keras dengan gaji lebih kecil,” jelas Purbaya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Purbaya Yudhi Sadewa, mantan Ketua Dewan Komisioner LPS, sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani. Penunjukan ini membuatnya harus menerima tanggung jawab yang lebih besar meskipun dengan gaji lebih kecil.

“Mengangkat sebagai Menteri Negara Kabinet Merah Putih dalam sisa masa jabatan periode tahun 2024–2029. Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan,” kata pembawa acara saat membacakan keputusan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/9).

Mensesneg Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa reshuffle kabinet kali ini berdampak pada lima menteri. Perubahan tersebut termasuk menunjuk Purbaya sebagai Menteri Keuangan dengan gaji lebih kecil dibandingkan posisinya sebelumnya di LPS.

Mereka yang terdampak reshuffle yaitu Menko Polkam Budi Gunawan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Abdul Kadir Karding, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, serta Menpora Dito Ariotedjo. (*)

Exit mobile version