MINAHASA – Ribuan ikan air tawar milik warga di Kecamatan Tumpaan, Minahasa Selatan, mati mendadak karena terkena limbah. Warga menduga penyebabnya adalah pencemaran air oleh limbah ampas kelapa yang berminyak dan berbau busuk.
Peristiwa ikan mati karena limbah ini merugikan sejumlah pemilik kolam ikan. Salah satunya adalah Bella Jacob, pengusaha ikan air tawar di Matani, Lokasi Perkebunan Ranointenga.
“Kerugian saya cukup besar, sekitar 400 sampai 500 ribu rupiah dari berbagai jenis ikan air tawar seperti mujair, mas, dan nila,” ungkap Bella Jacob.
Bella menuturkan, jumlah ikan yang mati mencapai ratusan ekor di setiap kolam. Jenis ikan yang terdampak meliputi ikan mujair, ikan mas, dan ikan nila.
Para pemilik kolam mendesak dinas terkait dan kepolisian segera bertindak. Mereka berharap pihak berwenang mengusut kasus ikan mati karena limbah ini hingga menemukan pelaku pembuang limbah dan memberikan sanksi tegas.
“Kami butuh tindakan cepat agar ikan mati karena limbah tidak terulang. Jika dibiarkan, kerugian kami akan semakin besar,” tegas Bella.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Minsel, Roi Sumangkut menyatakan, pihaknya sudah menerjunkan tim ke lapangan untuk melakukan pemantauan langsung. Selain itu, juga akan ada pengambilan sample oleh Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BLKM).
“BLKM bisa menganalisa sampel air untuk mengetahui ada tidaknya pencemaran zat berbahaya,” tegas(*)
