News  

Said Didu Soroti Status PSN di PIK, Minta Presiden Prabowo Bertindak Tegas

Muhamad Said Didu bongkar nama yang terlibat dalam penetapan status PSN di PIK. (doc/abraham samad speak up)

JAKARTA – Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu, mengungkap sejumlah nama yang terlibat dalam penetapan status Proyek Strategis Nasional (PSN) di Pantai Indah Kapuk (PIK), Tangerang. Menurutnya, nama-nama ini mengejutkan dan membuatnya tak habis pikir.

Said Didu menyampaikan hal tersebut dalam podcast YouTube “Abraham Samad Speak Up”. Meski tidak menyebutkan nama secara spesifik, ia memberikan komentar tajam terkait keterlibatan pihak-pihak yang ia kenal.

“Saya pikir malaikat, ternyata setan juga,” ungkap Said Didu.

Ia menegaskan bahwa beberapa nama yang terlibat sangat familiar baginya, bahkan salah satu di antaranya merupakan teman dekatnya. Dia bahkan merasa sangat yakin kalau Abraham Samad, sebagai pemilik kanal, juga mengenal nama-nama tersebut.

“Ada teman saya juga yang terlibat,” tambahnya.

Dia lalu meminta Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah tegas terkait status PSN di PIK. Ia berharap Prabowo menunjukkan keberpihakan kepada rakyat dan mengambil kebijakan yang berbeda dari pemerintahan sebelumnya.

“Bela lah rakyatmu. Inilah saatnya Pak Prabowo untuk menunjukkan dia berbeda dari pemerintahan sebelumnya, yang justru mengkhianati rakyat,” tegasnya.

Ia juga mendesak agar status PSN di PIK dibatalkan karena tidak ada urgensi dan malah merugikan warga setempat. Dia menilai kalau mekanisme dalam proyek ini lebih mengutamakan kepentingan swasta daripada rakyat.

“Warga tidak menolak proyek, tetapi mekanismenya harus melalui jual beli, bukan pembebasan lahan. Pembebasan itu urusan pemerintah, bukan swasta,” jelasnya.

Said Didu berharap pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo mampu memberikan solusi yang adil dan berpihak kepada rakyat demi menjaga kepercayaan publik. (*)

Exit mobile version