JAKARTA – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dinilai punya modal politik dan militer yang kuat untuk masa depan kariernya. Hasil survei terbaru Indikator Politik menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Teddy cukup tinggi meski posisinya bukan pejabat teknis yang berhubungan langsung dengan masyarakat.
Pengamat Politik dan Keamanan Universitas Paramadina, Febry Triantama, menilai capaian itu muncul berkat peran penting Teddy di lingkar pemerintahan. “Publik mengenal Teddy sebagai figur di ring satu Presiden. Ia sering terlihat mendampingi Presiden Prabowo dalam berbagai agenda,” ujar Febry, Selasa (11/11/2025).
Menurut Febry, kedekatan itu menumbuhkan persepsi positif terutama dari pendukung Prabowo. Ia menilai Teddy dinilai punya modal politik karena memiliki kemampuan komunikasi yang efektif dan mampu menjaga stabilitas politik di lingkar istana.
“Teddy beberapa kali tampil di ruang publik menjelaskan kebijakan pemerintah dan meredam polemik politik,” kata Febry. Ia menilai, konsistensi citra positif tersebut bisa membuka peluang besar bagi Teddy, apalagi jika Presiden Prabowo kembali maju pada Pilpres 2029.
“Kalau situasi tetap stabil seperti sekarang, peran Teddy pada 2029 pasti makin menonjol,” ujar Febry.
Meski demikian, Febry mengingatkan posisi Teddy sebagai perwira aktif TNI memiliki batasan hukum. Ia menilai, Teddy harus berhati-hati agar tidak terlibat politik praktis selama masih berstatus prajurit aktif.
“Jika ia memilih tetap di pemerintahan, maka harus memastikan langkahnya sesuai aturan militer. Tapi jika ia kembali ke barak sebelum tahun politik, itu bisa memperkuat profesionalismenya,” jelas Febry.
Ia menambahkan, peluang Teddy untuk meniti karier militer masih terbuka lebar. “Usianya masih muda, sudah berpangkat letkol, sementara banyak rekan seangkatannya masih mayor. Kuncinya menjaga keseimbangan antara profesionalisme dan kedekatan politik,” kata Febry. (*)






