JAKARTA – Presiden Prabowo sampai sekarang, belum ambil sikap secar resmi setelah ada usulan dari Forum Purnawirawan Prajurit TNI. Namun begitu, Presiden menghormati usulan dari masyarakat melalui forum tersebut.
Sebelumnya, beredar pernyataan sikap dari Forum Purnawirawan Prajurit TNI. Surat pernyataan itu ditandatangani 103 purnawirawan jenderal, 73 laksamana, 65 marsekal, dan 91 kolonel. Salah satu usulan tersebut berupa menurunkan Gibran dari posisi Wakil Presiden melalui usulan kepada MPR RI.
Menanggapi usulan Forum Purnawirawan Prajurit TNI, Presiden Prabowo masih bersikap anteng. Dia tidak mau gegabah mengambil keputusan secara cepat.
Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan, Wiranto memastikan, Prabowo menghargai usulan tersebut. Apalagi, usulan ini berasal dari kalangan militer, hingga Presiden paham karena punya latar belakang yang sama.
“Presiden memang menghormati dan memahami pikiran-pikiran itu. Karena kita tahu beliau dan para purnawirawan satu almamater, satu perjuangan, satu pengabdian, dan tentu punya sikap moral yang sama dengan jiwa Sapta Marga dan Sumpah Prajurit itu,” ujar Wiranto.
Namun begitu, Presiden tidak bisa langsung mengambil sikap atas usulan Forum Purnawirawan Prajurit TNI. Menurut Wiranto, ada sejumlah alasan yang menjadi pertimbangan.
Pertama, Presiden akan terlebih dahulu mempelajari seluruh usulan tersebut. Kedua, kekuasaan Presiden terbatas meski punya wewenang sebagai kepala pemerintahan dan negara. Ataupun sebagai pemimpin tertinggi di militer. Ini sesuai dengan konsep negara yang menganut trias politika, yakni ada pemisahan kekuasaan antara eksekutif, legilatif dan yudikatif.
“Usulan yang bukan bidangnya Presiden, tentu Presiden tidak akan menjawab atau merespons itu,” tegas Wiranto.
Alasan terakhir, Presiden harus mendengar dari banyak sumber sebelum mengambil keputusan. Juga mempertimbangkan banyak faktor sebelum mengambil keputusan terkait usulan Forum Purnawirawan Prajurit TNI.
“Kalau ada anggapan Presiden enggan merespon, bukan seperti itu,” kata dia.
Dia lalu menyampaikan pesan Presiden agar masyarakat tidak ikut berpolemik. Karena hal ini bisa memperkeruh suasana.
“Perbedaan itu jangan sampai mengeruhkan suasana saat kita sedang menghadapi banyak-banyak tantangan,” tegasnya. (*)
