Sport  

Sosok Hendra dan Ahsan di Mata Junior: Santai di Luar, Buas di Lapangan

Sosok Hendra Ahsan di mata para pemain junior ternyata sangat membekas. Keduanya dianggap sangat mematikan saat ada di atas lapangan. (doc/instagram @hendrasansan)

JAKARTA – Sosok Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan, meninggalkan kesan mendalam di kalangan pemain bulutangkis junior Indonesia. Meski telah memutuskan pensiun sejak Desember 2024, mereka tetap tampil di ajang Indonesia Masters 2025 sebagai laga perpisahan.

Para junior memandang sosok Hendra dan Ahsan bukan hanya sebagai pemain senior semata. Namun juga teladan yang luar biasa. Meski usia mereka sudah tidak muda lagi, semangat juang keduanya di lapangan tetap menginspirasi.

Pasangan Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto menyebut daya juang The Daddies sebagai sesuatu yang luar biasa.

“Bagi saya, mereka punya daya juang luar biasa meskipun sudah jauh lebih senior. Pengalaman mereka di lapangan membuat mereka tampil sangat disiplin dan konsisten,” kata Rian dalam sebuah video wawancara di akun Instagram @djarumbadminton.

Fajar juga memuji kepribadian Hendra dan Ahsan yang rendah hati. Ia menilai mereka selalu santai dalam berinteraksi dengan siapa pun, tetapi tetap tampil mengintimidasi saat bertanding.

“Mereka sangat santai, tetapi buas (di lapangan),” ujar Fajar.

Hendra Setiawan dikenal sebagai pemain depan dengan kemampuan cegatan yang mematikan. Permainannya di depan net kerap menyulitkan lawan, terutama karena kemampuannya mengubaharah pukulan secara tak terduga.

Di sisi lain, Mohammad Ahsan punya pukulan keras dari back court. Salah satu andalannya adalah pukulan kombinasi tiga kali yang hampir selalu menghasilkan poin. Kombinasi kekuatan mereka membuat The Daddies menjadi pasangan yang sulit tertandingi siapapun.

The Daddies sudah 2 kali kampiun di ajang All England. Mereka juga pernah menyabet gelar juara dunia pada 2019. Di final, The Daddies menang 25-23, 9-21, 21-15 atas ganda Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi.

Satu satunya yang mengganjal bagi sosok Hendra Ahsan, adalah belum pernah menang di Olimpiade. Keduanya sudah beberapa kali mencoba tapi selalu gagal. Pada Olimpiade Paris, keduanya tidak bisa berpartisipasi sama sekali karena rangking dunia hanya di posisi 16. Pada Olimpiade Tokye, keduanya kalah saat memperebutkan medali perunggu. (*)

Exit mobile version