News  

Sumber Banjir Tahunan di Cilacap Sulit Teratasi, Bupati Siap Bawa Bukti ke Jakarta

Pintu air rusak di Sungai Citanduy Desa Sidamulya Kecamatan Wanareja, Cilacap jadi sumber banjir tahunan. Bupati Cilacap akan membawa masalah ini ke Jakarta. (doc/instagram)

CILACAP – Sumber banjir tahunan yang selalu melanda Desa Sidamulya Kecamatan Wanareja, Cilacap, ternyata sangat sulit teratasi. Penyebabnya karena 4 pintu air (klep) di sana, rusak selama belasan tahun dan belum ada perbaikan sama sekali.

Banjir terakhir di desa ini terjadi pada akhir Mei 2025 dan berlangsung sepekan. Genangan air memang tidak tinggi, tapi daerah terdampak sangat luas.

Terkait hal ini, Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman mengaku akan mendesak Menteri PU untuk segera mengambil langkah. Dia menjelaskan langkah tersebut dalam video vlog di Instagram miliknya.

“Saya sudah ketemu Pak Menteri langsung. Dan bukti banjir ini akan saya bawa ke kementerian, sama DPR RI untuk dicek,” katanya di video tersebut.

Dalam kunjungan tersebut dia mendapati, ke 4 pintu air ini sudah lama rusak dan selalu menjadi sumber banjir di Cilacap barat. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy, sudah mengajukan untuk perbaikan. Namun demikian, belum ada jawaban pasti dari pemerintah pusat.

Dia lalu meminta agar BBWS Citanduy bisa memastikan kalau usulan ini terus ada pengawalan. Sementara Pemerintah Kabupaten Cilacap, akan melakukan koordinasi dengan dinas terkait. Dengan begitu, sumber banjir yang selalu melanda Desa Sidamulya, Cilacap ini bisa teratasi sepenuhnya.

“Saya besok silaturahmi ke sana (BBWS),” kata dia.

“Untuk urusan (Dinas) PSDA, kami akan dorong PSDA-nya. Cuma ini yang kewenangan pusat, ya BBWS. Kita dorong. Besok mau saya datangi, jangan cuma dimasukin (usulan perbaikan pintu air),” terangnya.

Kepala Desa Sidamulya, Suwarno mengatakan, banjir memang sudah surut. Namun akan selalu ada banjir tahunan wilayah barat Cilacap ini dengan sumber utama dari pintu air yang rusak.

“Asal klep bener, banjir tidak akan terjadi,” ujarnya.

Dia mengatakan, akibat banjir tahunan kemarin, petani di Cilacap ini mengalami gagal panen. Mereka bahkan sampai 5 kali tanam ulang namun tetap gagal.

“Tanam sampai lima kali tapi gagal (panen),” tegasnya. (*)

Exit mobile version