JAKARTA – TNI Angkatan Udara (AU) bergerak cepat untuk membantu penanganan banjir di Aceh dengan kirim Hercules. Pesawat ini membawa tower darurat yang akan berfungsi memperbaiki jaringan listrik di Aceh akibat terjangan banjir besar.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana mengatakan, pihaknya telah kirim hercules ke Aceh. Pengerahan kekuatan udara ini untuk mempercepat perbaikan infrastruktur di Aceh.
Ia menyatakan, pesawat C-130J Super Hercules dari Skadron Udara 31 sudah lepas landas dari Lanud Halim Perdanakusuma Kamis (27/11/2025). Pesawat ini tidak hanya menerbangkan personil, tapi juga membawa material tower darurat. Tujuannya adalah Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh.
Keputusan TNI AU kirim hercules ke Aceh usai laporan dari tim tekhnis yang menyebutkan kerusakan di jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) melonjak drastis. Jika di awal hanya 5 tower, naik menjadi 12 unit yang rusak akibat banjir.
“Jika sebelumnya lima tower dilaporkan roboh, kini total 12 tower 150 kV mengalami kerusakan. Lokasinya pada jalur Bireun–Arun, Brandan–Langsa, serta Peusangan–Bireun. Akses darat terputus, sehingga seluruh material harus kami kirim melalui dukungan pesawat angkut,” ujarnya.
Ia menambahkan satu kloter material darurat telah tiba lebih dulu di Aceh. Personil lalu menerbangkannya ke titik prioritas menggunakan helikopter.
Keberadaan dukungan udara ini, sangat membantu pengiriman material. Ini karena pengiriman bisa lebih cepat mengingat sejumlah daerah masih terisolasi akibat bencana banjir dan longsor.
Komandan Lanud Sultan Iskandar Muda, Kolonel Nav Sudaryanto, memastikan seluruh jalur logistik udara TNI AU beroperasi penuh untuk mendukung percepatan pemulihan. Mobilisasi cepat melalui udara bisa menjadi kunci agar aktivitas masyarakat dapat segera pulih.
“Setiap material yang datang langsung kami distribusikan ke titik kerusakan. Kami pastikan rantai logistik berjalan lancar,” katanya. (*)
