News  

Ungkap ada Mantan CIA Bekerja di USAID, Hendropriyono Mengaku Bersyukur Dibubarkan

Mantan Kepala BIN, AM Hendropriyono memastikan ada 4 mantan CIA yang bekerja di USAID. Dia mengaku sangat bersyukur karena Donald Trump membubarkan lembaga donor itu. (doc/youtube)

JAKARTA – Mantan Kepala Badan Intelejen Negara (BIN), AM Hendropriyono menyebut, adanya pensiunan CIA yang bekerja di USAID. Mereka ini kerap memanfaatkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk melakukan operasi intelejen.

Hendropriyono membocorkan keterlibatan mantan CIA di USAID, sebuah lembaga donor dari Amerika Serikat. Mereka ada 4 orang dan bertugas di Indonesia serta Singapura.

Menurutnya, keterlibatan Non Goverment Organisation (NGO) asing di Indonesia dalam beberapa kasus, bukan isapan jempol. Dia menyebut pernah ada gangguan terhadap investasi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di wilayah Sumatera. Pembangunan PLTA merupakan investasi dari China. Namun sejak awal pembangunan, selalu ada gerakan dari LSM asing yang terindikasi menumpangi kelompok tertentu.

“Karena tidak jauh dari PLTA ada lain. Kok itu engga ribut. Kan yang investasi dia, yang ini investasi China,” katanya di podcast youtube milik Rhenald Kasali.

Hendropriyono mengaku sangat bersyukur ketika Donald Trump membubkarkan USAID dengan alasan pengetatan anggaran. Hal ini berdampak pada kembalinya pegiat NGO asal Amerika ke negera mereka. Karena dia tahu, ada 4 orang mantan CIA yang bekerja di USAID.

“Saya merasa bersyukur, khusus ini (pembubaran USAID). Yang lain tidak,” katanya.

Karena jika USAID ini masih ada, ke 4 mantan CIA ini akan memanfaatkan usulan Forum Purnawirawan dan Prajurit TNI yang menuntut pencopotan Gibran dari posisi Wapres.

“Semisal belum dibubarkan, dia masih di sini, ini langsung dia manfaatkan,” katanya.

Hendropriyono menambahkan, NGO asing kerap dipakai sebagai operasi intelejen di Indonesia. Ini berdasarkan pengakuan dari Colin Powell yang pernah dia temui. Dalam pertemuan tersebut, Hendro mengeluhkan NGO asing yang menyetir LSM di Indonesia. Dan ternyata ada nama Colin Powell di belakang NGO.

“Dia bilang nda betul. Kita memang mengendalikan. Kasarnya dari omongan panjang lebar, saya anggap megendalikan mereka (NGO) untuk mengganggu orang (negara) lain,” tegasnya. (*)

Exit mobile version