JOGYAKARTA – Seorang driver ShopeeFood menghadapi kekerasan fisik saat mengantar pesanan pada Rabu malam (3/7) di Godean, Sleman. Ia bersama kekasihnya menerima dua pesanan sekaligus dari aplikasi, yang akhirnya membuat mereka telat antar makanan ke pelanggan.
Pasangan pengemudi itu menyelesaikan urusan kampus dan membeli pakan kucing sebelum menerima pesanan dari ShopeeFood. Sistem otomatis menugaskan mereka dua pesanan berbeda yang tidak bisa dibatalkan, sehingga kondisi itu menyebabkan mereka telat antar makanan.
Kekasih pengemudi mendengar pelanggan menelepon dengan nada tinggi. Ia menyampaikan bahwa pelanggan menuntut ketepatan waktu dan mengabaikan penjelasan kondisi lapangan, karena merasa kesal akibat telat antar makanan.
Pengemudi langsung mengambil pesanan dari Fore Coffee. Namun, pihak kedai belum menyelesaikan minuman saat mereka tiba. Mereka kemudian menuju Special Sambal yang juga masih menyiapkan makanan. Mereka menyampaikan kemungkinan telat antar makanan kepada pihak restoran dan pelanggan.
Setelah menyelesaikan kedua pengambilan pesanan, pengemudi mengantarkan order pertama dengan lancar. Saat melanjutkan perjalanan ke Bantul untuk mengantar pesanan kedua, mereka terjebak kemacetan karena kirab budaya. Mereka segera mencari jalur alternatif dan memberi tahu pelanggan tentang telat antar makanan yang tidak terhindarkan.
Pelanggan hanya membalas dengan pesan singkat, “biar bintang yang berbicara,” yang menunjukkan niatnya untuk memberi ulasan buruk karena telat antar makanan. Karena merasa situasi bisa memburuk, pasangan pengemudi langsung merekam saat tiba di rumah pelanggan.
Penganiayaan
Saat mereka tiba, pelanggan langsung memaki dan berteriak. Kekasih pengemudi membalas dengan suara tinggi karena pelanggan memakinya. Kedua pihak pun terlibat keributan akibat persoalan telat antar makanan.
Pelanggan kemudian menyerang kekasih driver secara tiba-tiba. Kamera ponsel milik pengemudi merekam insiden tersebut sebelum terjatuh. Warga sekitar dan keluarga pelanggan berusaha melerai, tetapi mereka gagal menghentikan konflik karena antar makanan.
Kekasih driver menceritakan bahwa seorang pria menarik kerah bajunya dan menyeretnya hingga ia terluka di wajah dan tangan. Seorang pria di lokasi juga menjambak rambutnya, menurut pengakuannya. Mereka memicu semua insiden itu karena marah akibat antar makanan.
Video rekaman keributan karena telat antar makanan itu viral di media sosial. Puluhan ojol dari Godean melakukan aksi solidaritas mendatangi rumah pelanggan dan menyuarakan protes terhadap kekerasan yang dialami rekannya.
Setelah kejadian tersebut, pelanggan bernama Birdha mengamankan diri ke Polsek Godean. Ia mengakui kesalahan dan meminta maaf atas kekerasan fisik yang ia lakukan karena tidak bisa mengendalikan emosi akibat antar makanan.
Warga sekitar menyampaikan bahwa Birdha bukan seorang pelaut, melainkan pegawai di bidang pelayanan. Menjelaskan bahwa ia baru pulang dari Kalimantan karena ada urusan keluarga dan menyebut kemarahannya saat itu dipicu oleh telat antar makanan.
Video yang beredar menunjukkan pelanggan bersikap kasar kepada driver, meskipun keterlambatan hanya berlangsung sekitar lima menit dari waktu estimasi antar makanan yang tercantum di aplikasi. (*)
