News  

WNI Meninggal di Kamboja Dipulangkan, KBRI Fasilitasi hingga Tuntas

Petugas KBRI di Phnom Penh siapkan peti mati untuk WNI yang meninggal di Kamboja. WNI bernama Azwar, meninggal di Kamboja akibat jatuh dari gedung di kota Chrey Thum, Provinsi Kandal. (doc/kemenlu)

JAKARTA – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh memfasilitasi pemulangan jenazah Azwar (31) WNI yang meninggal di Kamboja. Jenazah pria asa Sumatera Utara itu dijadwalkan tiba di Bandara Kualanamu, Medan, Jumat (8/8/2025). Sementara proses pemakaman di kampung halaman sesuai permintaan keluarga.

Kementerian Luar Negeri RI menyatakan, Direktorat Pelindungan WNI akan menerima jenazah di bandara dan menyerahkannya langsung kepada keluarga.

Laporan Kepolisian Kamboja menyebutkan, WNI meninggal di akibat cedera kepala usai jatuh dari di Kota Chrey Thum, Provinsi Kandal. Peristiwa nahas ini terjadi pada 10 Juni 2025 lalu.

KBRI Phnom Penh langsung berkomunikasi dengan keluarga Azwar. Tepatnya sejak menerima informasi resmi dari otoritas Kamboja tentang adanya WNI yang meninggal. Termasuk dalam penanganan jenazah. KBRI juga meminta kepolisian setempat mengusut kematian WNI meninggal di Kamboja tersebut dan mendesak pihak terkait bertanggung jawab.

Setelah hampir dua bulan proses, pengelola gedung tempat peristiwa terjadi akhirnya menanggung biaya pemulangan jenazah dan memberikan santunan kepada keluarga. KBRI mengapresiasi kerja sama Kepolisian Kamboja yang membantu penyelesaian kasus WNI meninggal di Kamboja ini.

Duta Besar RI untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, mengimbau masyarakat agar mudah tidak tergiur tawaran kerja di luar negeri. Dia juga meminta agar warga selalu menggunakan jalur resmi jika akan bekerja di luar negeri.

Ia menegaskan, KBRI siap bekerja sama dengan aparat hukum untuk mengusut jaringan yang memberangkatkan Azwar ke di Kamboja secara nonprosedural. (*)

Exit mobile version