CILACAP – 1 orang korban keracunan makanan di Desa Cisalak Kecamatan Cimanggu, Cilacap, terpaksa dirujuk setelah kondisinya memburuk. Pasien tersebut sebelumnya sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Cimanggu 1 selama sehari.
Sejumlah warga di Cilacap, terpaksa harus mendapatkan perawatan medis akibat keracunan massal usai santap makanan berupa nasi kotak dari hajatan. Total ada 41 orang yang mengalami keracunan makanan dari tempat hajatan.
Kejadian bermula saat salah satu warga Desa Cisalak Kecamatan Cimanggu, Cilacap mengirimkan nasi kotak ke kerabat dan teman kerja, Selasa (10/10/2023) siang sekitar pukul 13.00. Kiriman ini sebagai bentuk ucapan rasa syukur atas pernikahan Maman dan Nursinah, warga Desa Cisalak. Nasi kotak ini juga dikirim ke teman kerja korban di SPBU Cimanggu.
Usai menyantap nasi kotak ini, sejumlah karyawan SPBU mulai mengeluhkan pusing dan mual. Demikian juga dengan kerabat dan sejumlah tetangga Nursinah di Desa Cisalak.
Keluhan ini mulai terjadi sejak Selasa sekitar pukul 18.00. Menyusul kemudian warga dan karyawan SPBU pada Rabu (11/10/2023) dan Kamis (12/10/2023).
Kabid P2 Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, Kuswantoro mengatakan, 1 korban keracunan makanan dirujuk, Jumat (13/10/2023).
“Ada 1 pasien yang kita rujuk ke RSUD Majenang,” katanya.
Dia mengatakan, 41 korban keracunan makanan masih berada di Puskesmas Cimanggu 1 untuk perawatan intensif. Selain itu ada 3 orang yang mendapatkan perawatan di tempat lain.
“3 orang di tempat lain,” kata dia.
Sebagian korban keracunan makanan terpaksa menggunakan sarana darurat. Mereka berkumpul di lobby ruang perawatan dengan beralas kasur tipis. Sisanya berada di ruang perawatan di Puskesmas Cimanggu 1.
Petugas terpaksa melakukan ini karena keterbatasan ruang perawatan. Puskesmas ini hanya ada 10 tempat tidur pasien. Sementara jumlah pasien yang harus mendapatkan perawatan di sana ada 41 orang. (*)
