CIACAP – Pemerintah Kabupaten Cilacap memulangkan 53 warga asal Cilacap yang menjadi korban bencana banjir di Aceh. Proses pemulangan ini berlangsung setelah Pemkab menerima informasi dari pemerintah pusat terkait adanya warga Cilacap yang terdampak bencana tersebut.
Ke 53 warga tersebut, tiba di titik terakhir di Pendopo Kecamatan Majenang, Cilacap, Minggu (21/12/2025) dini hari. Mereka nampak gembira, haru dan juga sangat lelah usai perjalanan Panjang. Mulai dari naik pesawat Hercules milik TNI AU, lalu mendarat di Bandara Halim Perdana Kusuma. Dari sana, warga Cilacap ini naik bus dengan durasi perjalanan lebih dari 6 jam.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cilacap, dr Moch Ichlas Riyanto menjelaskan Pemkab Cilacap langsung melakukan koordinasi dan membentuk tim khusus. Tim tersebut melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Baznas dan Satpol PP. Tim ini menggandeng para camat yang warganya akan dipulangkan dari Aceh.
“Begitu menerima informasi, kami langsung berkoordinasi dan membentuk tim untuk mengawal pemulangan warga Cilacap yang terdampak banjir di Aceh,” katanya.
Ia menyebutkan, warga Cilacap yang pulang dan menjadi korban banjir Aceh berasal dari empat kecamatan, yakni Majenang, Wanareja, Cimanggu, dan Cipari. Seluruh warga tersebut sudah ada serah teria secara resmi oleh perwakilan pemerintah pusat di Jakarta kepada Pemkab Cilacap. Pemkab Cilacap kemudian menugaskan timnya untuk menerima dan mendampingi kepulangan para warga ke daerah asal.
Menurut dr. Moch Ilyas Riyanto, kondisi para warga secara umum dalam keadaan baik.
“Alhamdulillah kondisi kesehatan mereka bagus. Hanya ada kelelahan karena sebelumnya sempat tinggal di penampungan sambil menunggu jadwal kepulangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, fasilitasi kepulangan warga Cilacap korban banjir Aceh difasilitasi oleh pemerintah pusat melalui kementerian terkait. Proses perjalanan melibatkan koordinasi lintas instansi hingga warga tiba dan diterima di Cilacap.
Proses pemulangan warga Cilacap korban banjir Aceh tersebut, tidak ada kendala berarti.
“Kendala secara umum tidak ada, hanya faktor cuaca,” pungkasnya. (*)
