News  

Anak Cilacap Gowes Sampai Sabang

Heri Sutrisno (32), warga Cilacap saat di tugu Jam Gadang, Padang. Heri gowes Cilacap-Sabang dengan sepeda low ride single speed. (instagram@hery_cruiser)

CILACAP – Heri Sutrisno (32), anak Cilacap ini membuktikan mampu gowes sampai Sabang menggunakan sepeda lowride. Bahkan dengan sepede single speed. Dia mencapai kota simbol ujung barat Nusantara yakni tugu Nol Kilometer pada 4 Agustus 2022.

Heri sebenarnya memulai perjalanan dari Cilacap pada Mei 2022, tepatnya selepas lebaran. Dia menggowes sepeda low ride ke Jakarta dan tinggal di sana selama 1 bulan sambil bekerja.

Baru pada 19 Juni 2022, dia start dari Bundaran HI dan langsung menuju Lampung melalui pelabuhan penyeberangan Anyer-Bakaheuni. Setelah itu, anak Cilacap ini terus gowes menuju tujuan akhir yakni Sabang. Artinya dia sudah sekitar 2 bulan ini melakukan perjalanan dengan sepeda.

Heri melalui sambungan telepon Kami (15/9/2022) mengaku tengah dalam perjalanan kembali ke Cilacap dan sudah berada di Kabupaten Muko Muko, Bengkulu.

“Niat mau pulang ke Jawa,” ujar pria asli Desa Kedungreja Kecamatan Kedungreja, Cilacap.

Dia mengatakan, motif utama melakukan perjalanan gila ini karena ingin membuktikan kekuatan dari tekad dan niat. Selama ini, pegiat sepeda memilih road bike atau MTB saat melakukan perjalanan jarak jauh.

Sementara dia menggunakan sepeda low ride dengan single speed. Alias tidak ada gear untuk merubah speed dan bisa menyesuaikan medan.

“Jenis sepeda apa aja bisa nyampai yang penting niat. Karena selama ini teman-teman ragu, apa iya bisa sampai Sumatera dengan sepeda low ride,” terangnya.

Dia menambahkan, motivasi lain adalah ingin mencari pengalaman, menambah saudara dan melihat kota lain di luar Jawa. Sasarannya adalah Sumatera karena adanya ikon titik Nol Kilometer di Sabang.

“Ingin cari saudara dan silaturahmi ke komunitas di Sumatera,” kata dia.

Selain itu, dia juga ingin membuktikan sendiri kalau perjalanan ke Sumatera aman. Selama ini dia sering mendengar kesan kalau perjalanan ke Sumatera tidak terlalu aman.

“Banyak yang cerita di Sumatera ini itu. Tapi ternyata semua wellcome. Di sumatera asyik-asyik aja. Banyak yang ngajak mampir dan kenalan,” tegasnya. (*)

Exit mobile version