JAKARTA – Pemerintah mengklaim total aset Danantara yang akan menjadi superholding bagi seluruh BUMN, nilanya sangat fantastis. Bahkan jauh melampaui total aset Temasek, perusahaan serupa milik Singapura.
Presiden Prabowo Subianto mendeklarasikan pendirian Danantara. Lembaga ini akan mengkonsolidasikan semua kekuatan ekonomi negara yang selama ada dalam pengelolaan BUMN. Pemerintah berharap Danantara akan menjadi kekuatan ekonomi dalam negeri di masa depan.
Danantara, nantinya akan berfungsi sebagai superholding company di tanah air. Dan sebagai sebuah perusahaan besar, maka aset Danantara juga akan sangat besar. Beberapa pihak menyebut kalau total asetnya mencapai USD 900 miliar. Sayangnya, angka ini dianggap terlalu realistis.
Mantan Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo dan Gibran, Ferry Latuhihin mempertanyakan nilai total aset tersebut.
Dia membandingkan total aset Temasek, yang dia yakini sebagai salah satu perusahaan super holding terbesar di dunia. Total aset Temasek adalah 389 miliar dolar Singapura.
“Waktu menilai asetnya aja, saya ketawa. Temasek, setau saya, “The Biggest in the World”, hanya 389 miliar Sing dolar. Danantara ini sampai 900 miliar US Dolar,” kata Feri saat berbicara di podcast youtube Akbar Faisal Uncensored.
“Nih saya bilang, kalkulatornya bener apa engga ngitungnya,” kata dia.
Dia meragukan nilai total aset Danantara tersebut meski pemerintah memasukan bank plat merah. Ini karena, tidak semua aset bank bisa dikapitalisasi. Tepatnya hanya 10 persen karena sisanya berasal dari pihak ketiga.
“Yang bisa di-capitalized kan cuma 10 persen. Sisanya, bukan milik kamu (bank),” katanya.
Hingga dia cenderung untuk membenahi BUMN yang “sakit” saat ini. Karena jumlah BUMN seperti ini masih banyak dan butuh pembenahan. Dengan begitu, akan memenuhi salah satu syarat agar bisa membentuk superholding semacam Danantara.
“Jika perusahaan lagi tumbuh, kesehatan membaik dan disitulah butuh superholding. Dan inilah (yang terjadi) Temasek,” tegasnya. (*)
