News  

Atasi Kekerasan Pada Anak dengan Latihan Kepemimpinan

Peserta Pelatihan Kepemimpinan Anak berlatih mengindetifikasi masalah mereka. Latihan kepemimpinan ini menjadi salah satu metode untuk mengatasi kekerasan pada anak di Cilacap. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Langkah untuk atasi kekerasan pada anak, dapat melalui latihan kepemimpinan. Terutama bagi anak sekolah yang mereka tergabung di dalam komunitas atau menjadi pengurus kegiatan intra sekolah.

Melalui pelatihan ini, wawasan, pengetahuan dan kepekaan anak akan terbentuk. Hal ini sangat diperlukan karena kerap terjadi kekerasan terhadap anak di lingkungan terdekat mereka.

Sekretaris Dinas KBPPPA Kabupaten Cilacap, Farid Rijanto, anak yang jadi pemimpin di sekolah harus punya wawasan kuat dan luas.

“Harus bisa meminimalkan. Karena suara (masalah anak) terdengar (oleh pemimpin) dan bisa menyelesaikan itu,” katanya di sela-sela Latihan Kepemimpinan Anak di Kecamatan Cipari, Cilacap, Senin (12/12/2022).

Selain berwawasan luas, pemimpin juga harus bisa mendengarkan apa yang terjadi di lingkungan terdekat. Termasuk jika ada kasus-kasus di sekolah.

“Pemimpin itu harus mendengarkan. Jangan sampai tidak mendengar. Saat ada bullying atau kekerasan tidak diam aja. Tapi mampu membantu mengatasinya,” kata dia.

Dia menjelaskan, dalam pelatihan ini anak-anak berlatih untuk bersuara, menyampaikan masalah mereka sekaligus mengindenfitikasi serta mencari solusi bersama.

Wakil Ketua DPRD Cilacap, Syaiful Mustangin menambahkan, kegiatan seperti ini menjadi penting bagi anak. Karena kasus pada anak seperti kekerasan di Cilacap sangat tinggi.

“Kekerasan pada anak di Cilacap sangat tinggi. Kita nomor 2 se Jawa Tengah,” katanya.

Karena itu, pihaknya mendorong lahirnya peraturan bupati yang menjadi landasan tekhnis dalam perlindungan anak. Karena sebelumnya Cilacap sudah ada Perda Perlindungan Anak.

Perbup ini akan mengatur langkah yang harus diambil seluruh elemen masyarakat. Mulai dari pemerintah, ormas sampai lembaga pendidikan.

“Ini jadi pedoman semua pihak untuk kemudian menekan kasus kekerasan terhadap anak,” tegasnya.

Pelatihan ini berlansung selama 2 hari yakni Senin dan Selasa (13/12/2022). Hari pertama, ada sesi diskusi dan pelatihan untuk anak. Lalu ada FGD yang melibatkan unsur pemerintah, ormas dan para pendidik. Dari forum ini muncul rencana tindak lanjut yang bisa menjadi pedoman para peserta dalam mengatasi kekerasan terhadap anak. (*)

Exit mobile version