CILACAP – Bakar sampah dekat rel kereta, ternyata bukan saja membawa dampak positif. Namun justru ada ancaman bahaya yang mengintip yang bisa berakibat fatal. Lalu seperti apa dampaknya?
Aktitiftas bakar sampah sudah lazim bagi masyarakat terutama ketika musim kemarau. Daun dan ranting kering kerap berserakan di tepi jalan ataupun pekarangan. Dan cara tercepat memusnahkannya adalah dengan membakar sampah.
Tapi jika aktifitas bakar sampah ini terlalu dekat dengan rel kereta, akan membawa ancaman bahaya. Salah satunya adalah asap dari pembakaran yang bisa mengganggu pandangan masinis kereta.
Manajer KAI Daop 5 Purwokerto, Krisbiyantoro mengingatkan bahaya tersebut. Hingga dengan tegas dia menghimbau agar masyarakat menghindari aktifitas seperti ini.
“Dari aktifitas bakar sampah itu asapnya bisa menggangu pandangan masinis,” kata dia.
Krisbiyantoro menambahkan, suhu panas dari bakar sampah dekat rel juga bisa merusak kabel optik tertanam di bawah tanah. Kabel optik adalah perangkat persinyalan untuk menjamin keselamatan perjalanan kereta api.
“Bila kabel optik rusak maka sinyal dan komunikasi antar stasiun akan terganggu. Ini tentu saja berbahaya dan dapat mengganggu keselamatan dan keamanan perjalanan kereta,” terangnya.
Tumpukan sampah di sekitar rel, juga bisa mengganggu sistim drainase dan mengakibatkan banjir. Juga dengan tekstur tanah di jalur rel yang menjadi gembur dan mudah amblas.
Dia mencontohkan laporan dari Masinis KA Argo Dwipangga dari Gambir tujuan Solo Balapan. Masinis melihat ada aktifitas bakar rumput di antara Stasiun Prupuk – Linggapura. Laporan serupa juga datang masinis KA Barang 2722 di antara Stasiun Purwokerto – Notog.
“KAI tidak membenarkan tindakan tersebut,” tegasnya. (*)
