News  

Balita Stunting Dapat Makanan Tambahan

Kepala Dinas Sosial Cilacap, Arida Puji Astuti saat memberikan PMT untuk balita stunting di Cimanggu, Senin (16/1/2023). PMT untuk balita stunting di Cilacap selama 90 hari. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Balita yang teridentifikasi masuk kategori stunting, dapat makanan tambahan selama 90 hari. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) ini mulai Senin (16/1/2023) di seluruh wilayah Kabupaten Cilacap.

PMT tersebut berupa nasi lengkap dengan lauk-pauk bergizi dan seimbang plus adanya susu. Menu ini sudah menyesuaikan kondisi tiap anak.

Dan penyaluran PMT untuk balita stunting ini, langsung ada pengawasan dari Pembina Wilayah (Binwil) yang berstatus kepala dinas dan badan di Pemerintah Kabupaten Cilacap.

Seperti penyaluran PMT balita stunting di Kecamatan Cimanggu. 2 Binwil turun untuk memantau penyaluran. Masing-masing adalah Kepala Dinas Sosial, Arida Puji Astuti dan Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Feri Adidarma.

Arida mengatakan, PMT selama 90 hari untuk mengintervensi penangganan balita stunting di Cilacap.

“Anak-anak kita sangat perlu makanan bergizi, berimbang dan beragam. Susu harus diberikan,” katanya.

Karena itu, PMT ini akan berisi makanan bergizi, berimbang dan juga beragam. Makanan ini sudah mempertimbangkan kondisi balita yang tentu saja berbeda pada tiap anak.

Dia menambahkan, masyarakat terutama ibu tidak perlu malu dengan bantuan tersebut. Justru harus menjadi pelajaran bagi mereka tentang pola asuh anak yang benar.

“Kita belajar pola asuh. Jangan-jangan karena ketidak tahuan orang tua. Jadi jangan malu,” kata dia.

Menurutnya, balita yang menerima PMT ini akan kembali mengikuti pemeriksaan. Tujuannya untuk mengukur tinggi dan berat badan. Sekaligus sebagai bentuk evaluasi terhadap makanan yang diberikan.

“Apakah tinggi badannya sudah bertambah atau seperti apa,” katanya.

Camat Cimanggu, Bambang Tutuko meminta agar PMT ini benar-benar untuk balita stunting. Bukan untuk orang tua atau anggota keluarga lain.

“Berikan sepenuhnya untuk anak. Jangan sampai yang makan justru orang tua,” tegasnya. (*)

Exit mobile version