News  

Banjir Cilacap Kian Meluas. Ada Tanah Longsor

Banjir Cilacap meluas setelah hujan deras kembali terjadi pada Sabtu (8/10/2022) sore hingga Minggu (9/10/2022) dini hari. BPBD Cilacap mencatat ada 2860 orang yang mengungsi akibat banjir. (doc)

CILACAP – Banjir yang melanda Kabupaten Cilacap meluas. Semula banjir hanya terjadi di 3 kecamatan pada Jumat (7/10/2022). Memasuki Minggu (9/10/2022), banjir meluas dan melanda 15 kecamatan.

Banjir terjadi akibat hujan deras sejak Jumat (7/10/2022) siang hingga Sabtu (8/10/2002) dini hari. Air bah terjang sejumlah wilayah di Kabupaten Cilacap. Wilayah terdampak paling parah dan masih terasa sampai Sabtu dini hari ada di Kecamatan Kawunganten, Jeruklegi dan Kroya.

Hujan deras ini menimbulkan sungai meluap di beberapa lokasi serta tersumbatnya drainase di wilayah terdampak. Dan pada pada Sabtu sore dan Minggu dini hari, hujan kembali turun dengan intensitas sedang dan deras. Akibatnya banjir kembali terjadi dan meluas ke desa atau kecamatan lain.

Hasil kaji cepat tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap Minggu dini hari mencatat, ada 3.874 KK dan 15.496 jiwa di 15 kecamatan terdampak bencana. Sementara pengungsi mencapai 72 KK atau 2860 jiwa.

Pengungsi yang masih bertahan 3 desa terdampak. Masing-masing ada di Desa Kalijeruk Kecamatan Kawunganten, Desa Sidareja dan di Desa Mujur Lor Kecamatan Kroya.

Selain banjir yang meluas itu, BPBD mencatat ada kejadian bencana tanah longsor di 3 kecamatan. Masing-masing ada di Kecamatan Karangpucung, Adipala dan Jeruklegi. Termasuk jalan amblas di ruas Jeruklegi-Wangon sepanjang 15 M, tepatnya di depan SD N 03 Jambusari.

Kepala Pelaksana BPBD Cilacap, Wijonardi mengimbau kepada seluruh pihak agar selalu waspada. Apabila hujan deras terjadi selama lebih dari 1 jam, maka masyarakat harus waspada.

“Jika diperlukan segera mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Karena masih ada potensi hujan lebat sepanjang Minggu sesuai peringatan dini BMKG,” tegasnya. (*)

Exit mobile version