JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) terpaksa tutup sementara 40 dari 45 dapur penyedia makanan dalam program SPPG atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), pasca insiden keracunan yang beberapa kota. Langkah tegas ini sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus upaya memperbaiki sistem pengawasan serta operasional dapur MBG.
Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, meminta maaf atas insiden yang berdampak pada kesehatan anak-anak penerima manfaat. Ia menegaskan, sekitar 80 persen kasus keracunan muncul karena lalai dalam menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP). Baik dari pihak mitra maupun internal BGN.
“Kami memohon maaf atas insiden keamanan pangan ini. Berdasarkan evaluasi, tidak semua kasus karena kontaminasi bahan pangan, sebagian karena alergi dan faktor lain,” ujar Nanik.
Sebagai bentuk tanggung jawab, BGN menanggung seluruh biaya pengobatan anak-anak terdampak. termasuk jika anggota keluarga mereka juga mengalami gejala serupa.
Nanik menekankan, pelanggaran SOP tidak akan ditoleransi. Karena itu, BGN memperketat pengawasan dan menyediakan layanan pengaduan 24 jam terhadap operasional dapur MBG.
Sebagai langkah korektif, BGN harus mengambil sikap tegas dan tutup dapur MBG sementara hingga proses investigasi dan perbaikan selesai. BGN juga memberi tenggat satu bulan kepada mitra untuk melengkapi legalitas operasional. Seperti Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS), sertifikat halal, serta sertifikat kelayakan air bersih.
“Apabila mitra tidak memenuhi persyaratan dalam waktu yang ditentukan, kontrak akan dihentikan sepihak sesuai aturan yang berlaku,” tegas Nanik.
Untuk menjaga kualitas makanan, BGN mewajibkan setiap dapur memiliki dua chef bersertifikat, satu dari BGN dan satu dari mitra pelaksana. Selain itu, BGN membatasi penggunaan produk pabrikan dan mengutamakan produk lokal demi memberdayakan masyarakat sekitar.
Penataan ulang juga mencakup sistem kerja SDM lapangan, khususnya SPPIKAP. Tujuannya agar pengawasan mencakup seluruh proses, mulai dari pengadaan bahan baku hingga distribusi makanan.
Nanik berharap insiden ini menjadi pelajaran berharga. Dan langkah BGN dengan tutup dapur MBG demi mencegah kejadian ini tidak terulang. (*)
