CIAMIS – BMKG atau Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikan, beri penjelasan penyebab terjadinya hujan es di Ciamis. Badan ini menyebutkan, ada perbedaan suhu yang sangat tinggi antara permukaan dengan atmosfere.
Fenomena hujan es gegerkan warga Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Minggu (9/2/2025). Peristiwa ini sontak membuat warga beramai-ramai merekam butiran es yang jatuh dari langit. Video rekaman ini lalu mereka up load di media sosial masing-masing.
Hujan es, merupakan sebuah fenomena yang sangat jarang terjadi di daerah tropis. Ini karena pengaruh suhu dan cuaca yang lebih panas karena berada di daerah lintasan matahari. Air laut yang menguap ke atmosfer, tetap berupa air dan tidak mengalami proses pendinginan yang kuat.
Dan biasanya, hujan es berlangsung singkat dan dalam radius sangat lokal. Meski demikian, ada ancaman lain berupa tiupan angin kencang atau hujan deras atau ekstrim.
Laman bmkg.go.id menjelaskan tentang penyebab terjadinya hujan es di daerah tropis. Fenomena hujan es dapat terjadi karena adanya pola konvektifitas di atmosfer dalam skala lokal yang signifikan. Hujan es dapat terbentuk dari sistem awan konvektif jenis Cumulonimbus (Cb) yang umumnya terlihat menjulang tinggi. Bentuk awan seperti ini menandakan adanya kondisi labilitas udara signifikan dan mendorong terbentuknya butiran es.
Besarnya ukuran dimensi es, kekuatan aliran udara turun dalam sistem awan CB ini, bisa jadi penyebab butiran es dengan ukuran yang cukup besar yang terbentuk di puncak awan Cb tersebut turun dan menciptakan fenomena hujan es.
Selain Ciamis, beberapa kota di Jawa Barat juga pernah terjadi fenomena hujan es dengan penyebab yang sama. Seperti Bogor, Bandung dan sejumlah kota besar lainnya di Jawa Barat. (*)
