News  

BNPB Sebut Korban Meninggal Banjir Sumatera Mencapai 990 Orang

Tim SAR Gabungan saat mencari korban banjir longsor di Sumatera. Data terbaru menyebutkan, korban meninggal akibat banjir di Sumatera mencapai 990 orang dan ada 222 yang masih hilang. (doc/basarnas)

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan lonjakan jumlah korban meninggal banjir Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh. Data per Jumat (12/12/2025), tercatat 985 warga meninggal dunia. Lalu ada 222 orang masih hilang dan dalam pencarian.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, membeber update jumlah korban meninggal akibat banjir longsor di Sumatera.

“Penambahan korban meninggal berasal dari temuan 21 jenazah pada Kamis, 11 Desember. Mayoritas berasal dari Aceh, khususnya Aceh Utara yang mencatat 16 korban baru,” ujar Abdul Muhari

“Selain itu, tiga jenazah ditemukan di Sumatra Utara dan dua lainnya di Sumatra Barat,” katanya lagi.

BNPB bersama pemerintah daerah terus melakukan verifikasi data warga yang hilang. Jumlah laporan orang hilang turun dari 252 menjadi 222 orang setelah proses pencocokan ulang. Sementara itu, jumlah pengungsi di tiga provinsi juga berkurang dari 894.501 jiwa menjadi 884.889 jiwa.

Abdul Muhari menambahkan, operasi gabungan untuk mencari korban hilang masih terus berjalan. Termasuk melakukan evakuasi secepatnya jika ada penemuan korban meninggal akibat banjir di Sumatera. Demikian juga dengan pemenuhan kebutuhan warga, baik yang ada di lokasi pengungsian maupun di tempat lain.

“Proses pencarian, evakuasi, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terus berlangsung,” katanya.

BNPB mencatat 112.551 unit rumah terdampak di tiga provinsi, dengan tingkat kerusakan mulai dari ringan hingga hanyut.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan skala kerusakan tersebut.

“Sekitar 112.000 rumah tercatat rusak ringan, sedang, berat, maupun hanyut,” ujarnya.

Aceh menjadi provinsi dengan kerusakan rumah terbesar, yakni 74.942 unit. Sumatra Utara mencatat 28.622 unit dan Sumatra Barat 8.987 unit.

Menteri PKP, Maruarar Sirait, mengatakan pemerintah tengah mengkaji opsi rekonstruksi untuk rumah rusak berat dan sedang.

“Kami mesti hitung biaya logistik dan transportasinya. Lebih baik didalami dulu agar keputusan yang keluar benar,” tegasnya. (*)

Exit mobile version