News  

BPBD Minta Aparat Proses Penyebar Video Hoax. Video Jembatan Adipala

Tangkapan layar dari video jembatan ambruk. BPBD Cilacap pastikan video ini daur ulang dari kejadian di NTT. Namun pelaku menambahkan keterangan peristiwa ini terjadi di Adipala, Cilacap. (doc)

CILACAP – Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap minta agar aparat proses pelaku penyebar video hoax. Karena video ini jelas menyesatkan, mengandung unsur pembodohan dan bisa menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

Beredar video sebuah jemabatan yang ambruk terkena terjangan banjir. Video berdurasi 33 detik ini pada awalnya menampilkan jembatan utuh dan aliran sungai yang sangat deras. Di bagian akhir, nampak konstruksi jembatan ini terbawa arus sungai hingga ambruk total. Juga ada suara yang mengatakan jemabatan ini habis.

Video ini sudah beredar luas dan ada watermark atau logo “Helo”. Ini menandakan video tersebut terunggah di media sosial berplatform “Helo”.

Namun ada narasi yang menyebutkan kalau jembatan itu ada di Kecamatan Adipala, Cilacap. Hingga dengan cepat video ini tersebar melalui grup whatsapp.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Wijonardi dalam siaran pers memastikan tidak ada kejadian seperti dalam video hoax tersebut.

“Video (jembatan) Adipala yang diterjang banjir itu tidak benar dan bohong. Video tersebut adalah hasil daur ulang dari kejadian di Propinsi Nusa Tenggara Timur,” ujar dia, Jumat (14/10/2022).

Dia menambahkan, video serupa juga sudah beredar di luar Kabupaten Cilacap secara masif. Pelaku sama-sama mendaur ulang video itu dengan tambahan informasi tempat yang berbeda pula.

Kepala BPBD Cilacap ini lalu minta agar aparat bisa proses pelaku penyebar video hoax secara hukum. Tujuannya agar menimbulkan efek jera bagi warga lainnya.

“Pelaku penyebar video hoax seperti ini pantas diproses secara hukum,” katanya.

Dia berharap agar masyarakat selektif saat menerima berita atau kabar apapun. Jika perlu, mereka bisa mencari informasi pembanding ke pihak terkait. Jika berita ini terkait bencana, maka sumber terkait dalam hal ini adalah BPBD terdekat.

“Masyarakat lebih bisa selektif dalam menerima informasi kebencanaan dan mengkonfirmasi ke pihak terkait,” tegasnya. (*)

Exit mobile version