News  

BPOM RI Lirik Keberhasilan PPJAI dan Loka Banyumas

Loka POM Banyumas bersama PPJAI gelar Bintek bagi UMKM obat tradisional, Kamis (8/6/2023). BPOM RI menilai, Loka POM Banyumas dan PPJAI bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam hal pengembangan jamu legal. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

PURWOKERTO – Badan Pengawasan Obat dan Makanan atau BPOM RI, ternyata lirik keberhasilan Perkumpulan Pelaku Jamu Alami Indonesia dan Loka POM Banyumas. Pusat menilai kerja sama PPJAI dan Loka POM bisa menjadi contoh bagi sentra jamu lain di tanah air.

Plt Kepala Lokasi POM di Banyumas, Winanto mengatakan, wilayah Banyumas Raya kini lebih terkenal sebagai sentra jamu legal. Hal ini membuat BPOM RI memberikan apresiasi tersendiri.

“Badan POM itu melihat ada beberapa wilayah sentra jamu legal maupun ilegal. Di Banyumas Raya ini sudah berhasil mengembangkan jamu legal dan menurunkan drastis pelaku jamu ilegal.,” kata Winanto di sela-sela Bintek CPOTB Bertahap dan Pendampingan UMKM Obat Tradisional di Hotel Java Heritage, Kamis (8/6/2023).

Winanto juga melihat, keberhasilan ini bisa saja menjadi bahan acuan bagi daerah lain untuk melakukan hal yang sama. Bahkan pusat sudah mempelajari seluruh keberhasilan tersebut dan memastikan ada peran bersama antara PPJAI dengan Loka POM Banyumas.

“Pusat melihat apakah ini bisa diaplikasi di tempat lain yang jadi basis jamu ilegal,” katanya.

Karena itulah, ada rencana untuk menghadirkan PPJAI ke tempat lain agar bisa berbagi pengalaman kepada pelaku jamu dan stake holder terkait.

BPOM RI menilai, keberhasilan ini membawa dampak positif sangat besar bagi perkembangan sebuah wilayah. Ini dengan melihat penyerapan tenaga kerja lokal. Dan industri jamu di wilayah di Banyumas Raya juga sudah menyumbang pendapatan bagi negara dalam jumlah besar.

“Jadi dampak multyplyer efect itu sangat tinggi sekali,” katanya.

Dalam Bintek tersebut mengadirkan nara sumber dari BPOM RI dan PPJAI yang bertujuan untuk membina dan pendampingan UMKM obat tradisional. Bimbingan tekhnis ini terkait tata cara pembuatan obat tradisional yang bagi UMKM se Banyumas Raya.

“Ini atas permintaan dari UMKM karena memang sangat diperlukan bagi tenaga tekhnis farmasia dan apoteker penanggung jawab obat tradisional agar hasilnya bermutu. Kita laksanakan secara hybdrid agar lebih luas,” tegasnya. (*)

Exit mobile version