Bisnis  

BUMN Mana Saja yang Masuk Danantara?

ilustrasi

JAKARTA – Usai berdiri, Danantara sudah memegang kendali penuh atas sejumlah BUMN yang memang masuk dalam lembaga super holding tersebut. Saat ini, sudah ada 7 BUMN yang masuk dalam pengelolaan Danantara.

Danantara berfungsi untuk mengelola aset dan keuntungan dari seluruh BUMN di tanah air. Sampai akhir 2023, jumlah BUMN di Indonesia tinggal 65 perusahaan. Atau turun 9 BUMN karena di akhir 2022, masih ada 74 perusahaan plat merah yang berdiri. Pengurangan ini terjadi karena pemerintah getol untuk menggabungkan BUMN atau sampai membubarkannya.

Dan dari seluruh BUMN ini, baru 7 yang sudah masuk ke Danantara. Masing-masing adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Nasional Indonesia Tbk (BBNI). Juga ada PT Pertamina, PT PLN, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dan MIND ID.

MIND ID merupakan perusahaan yang mengeloka tambang di tanah air. Dan selama ini publik mengetahui kalau BUMN paling sehat adalah Pertamina dan PLN.

Sedangkan Bank Mandiri, menjadi yang paling sehat dari pada bank lain dengan melihat nilai aset dan pertumbuhan perusahaan tersebut. Akhir 2024, Bank Mandiri mencatat total aset mencapai Rp 2,427 T. Menyusul kemudian BRI dan BNI.

Meski saat ini baru ada 7, nantinya seluruh perusahaan plat merah akan masuk ke Danantara tanpa terkecuali.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, memastikan seluruh BUMN masuk ke Danantara. Tepatnya, sebelum pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang rencananya akan terlaksana pada akhir Maret 2025.

“Sebelum RUPS sudah harus pindah ke Danantara,” katanya. (*)

Exit mobile version