News  

Bupati Cilacap Siap Mundur

Bupati dan Wakil Bupati Cilacap siap untuk mundur karena masa jabatan akan habis pada November 2022. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji secara tegas menyatakan siap mundur dari tampuk pemerintahan. Bahkan keputusan Bupati Cilacap bersama wakil untuk mundur ini sudah bulat

Pelantikan Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji dan Wakil, Syamsul Aulia Rahman terjadi pada 19 November 2017. Keduanya dilantik oleh Ganjar Pranowo usai memenangi pemilihan kepala daerah pada 2017 lalu.

Sesuai regulasi, masa jabatan kepala daerah adalah 5 tahun. Karena pemilihan kepala daerah Cilacap pada 2017, maka masa jabatan bupati akan berakhir pada 2022. Tepatnya akan berakhir pada November 2022.

Hingga keputusan Bupati Cilacap untuk mundur ini bukan karena ada masalah. Namun karena sudah sesuai aturan terkait masa jabatan kepala daerah pada November 2022 mendatang.

Karena itulah, Bupati Cilacap mengaku sudah siap untuk mundur dari jabatannya. Dia juga menyampaikan permohonan maaf selama menjabat. Mulai dari wakil bupati pada 2007 sampai dengan 2022.

“Selama dari 2007 sampai 2022, saya 15 tahun jadi pelayan masyarakat. Bersama bapak ibu sekalian sudah bangun cilacap, dari yang tidak ada apa-apanya, jadi ada apa-apanya. Semua harus sekolah dan sehat,” kata Tatto.

“Saya banyak kekurangannya, karena itu saya mohon maaf. Karena 3 bulan lagi saya pensiun, bersama Wakil Bupati, Syamsul Aulia Rahman saya mohon maaf,” kata bupati memastikan sudah siap untuk mundur.

Dia mengakui, selama pandemi Covid19 banyak kegiatan pembangunan yang tertunda. Karena mayoritas anggaran tersedot untuk penangganan Covid19. Ini sejalan dengan kebijakan re-focusing anggaran yang memangkas alokasi dana pembangunan untuk penangganan Covid19.

“Kemarin karena ada Covid19, banyak pembangunan tertunda. Tapi nanti setelah Covid19 selesai, pembangunan dilanjutkan lagi,” kata dia.

Karena itulah dia berharap agar siapapun nanti yang akan menjadi Bupati Cilacap harus meneruskan pembangunan di sana.

“Siapapun bupatinya, harus lanjutkan Bangga Mbangun Desa,” tegasnya. (*)

Exit mobile version