News  

Bupati Cilacap Sidak IPAL RSUD Majenang. Diculik Warga Usai Rapat

Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman saat mencium air yang keluar dari IPAL RSUD Majenang, Kamis (15/5/2025). Bupati Cilacap mendadak lakukan sidak IPAL usai rapat bersama manajemen RSUD Majenang. (bercahayanews.com)

CILACAP – Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman sidak Instalasi Pengolahan Air Limbah atau IPAL di RSUD Majenang. Ini dia lakukan usai rapat dengan jajaran manajemen RSUD Majenang, Kamis (15/5/2025) sore.

Bupati Cilacap di RSUD Majenang sekitar pukul 14.30 dan langsung menggelar rapat bersama manajemen. Usai rapat, Bupati bergegas keluar dan langsung dicegat seorang pria yang mengaku salah satu warga dan tinggal di barat RSUD. Dia mengajak Bupati untuk melihat langsung saluran pembuangan dari IPAL RSUD Majenang.

Bupati lalu menuruti permintaan warga dan menjadi agenda sidak untuk melihat langsung ujung saluran IPAL RSUD Majenang.

Setiba di lokasi, Bupati menerima penjelasan sejumlah warga yang mengeluhkan bau tidak sedap. Bau ini muncul hampir tiap hari.

“Selalu ada bau, hampir tiap hari,” ujar Agus Sutarko kepada Bupati Cilacap saat sidak IPAL RSUD Majenang.

Menanggapi hal ini, Direktur RSUD Majenang dr Reza Prima Muharama memastikan, tiap bulan ada pengecekan atas air limbah. Hasilnya, sudah sesuai standar dan tidak pernah melebihi ambang batas minimal.

“Tiap bulan kami uji klinis ke laboratorium kesehatan daerah,” katanya saat mendampingi Bupati selama sidak di saluran IPAL RSUD Majenang.

Kabid Pelayanan RSUD Majenang, dr Nur Cahyo menambahkan kalau pengolahan limbah menggunakan sistim berlapis. Limbah dari tiap ruangan masuk ke bak pengendali dan sudah ada treatmen. Lalu ke bak berikutnya dan setelah itu ke instalasi terakhir untuk ozonisasi. Tekhnik ozonisasi ini untuk menghindari bau tidak sedap.

“Pakai sistim ozonisasi. Kalau pakai sistim bakteri, tentu akan lebih bau,” kata dia.

Terkait ini, Syamsul lalu meminta agar warga bisa memberinya bukti. Yakni dengan mengambil sampel air dari saluran untuk dia cek di laboratorium berbeda.

“Kalau pas bau, silahkan dimasukan botol. Nanti suatu saat saya ambil, atau lewat Pak Camat, untuk dicek di laboratorium berbeda,” katanya.

“Saya akan membandingkan hasil uji lab,” tegasnya. (*)

Exit mobile version