News  

Cilacap Harus Perbanyak Edukasi Bencana

Petugas tengah membersihkan material longsor di Cilacap. Anggota DPR RI, Teti Rohatiningsih meminta agar pemerintah Cilacap perbanyak edukasi dan mitigasi bencana. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Warga dan Pemerintah Cilacap, harus perbanyak kegiatan edukasi di daerah rawan bencana. Terutama bagi warga yang ada di daerah pegunungan karena wilayah ini rawan terjadi tanah longsor.

Edukasi bencana merupakan sarana untuk memberikan pemahaman kepada warga akan potensi dan kerawanan bencana. Dari situlah akan membentuk kebiasaan dan menjadi sebuah budaya warga setempat.

Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Teti Rohatiningsih meminta agar Pemerintah Cilacap harus perbanyak edukasi bagi warganya. Bahkan dilakukan secara terus menerus.

“Ini harus ada edukasi bencana di tiap wilayah dengan melibatkan masyarakat luas,” kata Teti.

Dia mencontohkan wilayah rawan tanah longsor di daerah pegunungan. Lokasi ini banyak tersebar di wilayah barat Kabupaten Cilacap. Karena itu butuh kesadaran warga akan bisa memahami masalah dan potensi bencana di sana.

“Butuh edukasi bencana bahwa membangun di daerah gunung itu tidak mudah,” kata dia.

Teti melanjutkan, warga juga perlu diingatkan kembali akan budaya dan kearifan lokal. Salah satunya untuk tidak memaksakan diri membangun tempat tinggal di daerah rawan bencana.

Seluruh langkah ini, katanya sangat penting untuk menghindarkan masyarakat dari ancaman bencana. Terutama bagi mereka yang ada di wilayah rawan.

“Apalagi Cilacap itu mall-nya bencana,” kata dia.

Dia meminta agar BPBD Cilacap tidak pernah lepas dari koordinasi dengan semua pihak untuk melalukan edukasi dan mitigasi bencana. Demikian juga saat proses tanggap darurat pasca bencana. Teti lalu mengapresiasi seluruh langkah BPBD Cilacap selama ini.

“Ini semua sudah pemerintah lakukan. Termasuk tanggap darurat. Tapi kadang ada hal di luar ekspetasi kita seperti cuaca ekstrem,” tegasnya.

Exit mobile version