News  

Dinas Ijinkan Siswa Main Lato-lato

Anak tengah bermain lato-lato di sebuah kesempatan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap mempersilahkan siswa untuk tetap main lato-lato. (doc)

CILACAP – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cilacap, justru bebaskan siswa main lato-lato. Permainan ini justru membuat anak bisa menjauh dari ketergantungan terhadap gadget. Hanya saja, dinas mewajibkan ada arahan dari guru sekolah sebelum bebaskan siswa main lato-lato.

Saat ini permainan lato-lato kembali viral. Banyak kalangan memainkan lato-lato yang justru pernah tenar di akhir 70-an.

Namun sejumlah kalangan lalu mengkhawatirkan kalau lato-lato membawa dampak saat dimainkan anak sekolah. Salah satunya adalah terkena lato-lato itu sendiri.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap, Sadmoko Danardono mengatakan, siswa tetap bisa main lato-lato. Termasuk membawanya ke lingkungan sekolah.

“Bisa saja main waktu jam istirahat. Main di dekat lapangan atau tepi sawah. Kan banyak sekolah yang dekat sawah. Malah bagus karena anak bergerak,” katanya, Rabu (11/1/2023).

Dia menambahkan, permainan ini pada dasarnya membawa dampak positif bagi anak. Salah satunya adalah melepas mereka dari ketergantungan terhadap gadget.

“Pilih mana, anak main gadget atau lato-lato,” katanya.

Namun demikian, dia meminta agar guru dan pihak sekolah tetap mengawasi dan memberikan arahan siswa saat main lato-lato. Termasuk mengingatkan bahaya dari permainan ini.

“Tentu saja, guru atau sekolah harus memberikan arahan,” kata dia.

Sadmoko menambahkan, masalah bahaya dari permainan ini tidak perlu menjadi kekhawatiran berlebihan. Meskipun sudah ada beberapa kejadian di wilayah lain yang membuat anak justru terluka saat memainkan lato-lato.

“Tidak perlu ditanggapi berlebihan,” kata dia

Dia menilai, lato-lato merupakan permainan tradisional untuk anak dan orang dewasa. Hal ini akan membuat anak-anak lebih mengenal dan mencintai permainan tradisional. Bisa saja, lato-lato menjadi pintu agar anak memainkan permainan tradisional lainnya.

“Kita punya banyak permainan tradisional. Seperti egrang. Kan bagus kalau anak-anak main egrang saat istirahat,” tegasnya. (*)

Exit mobile version