News  

Dinas Tidak Miliki Data Wilayah Rawan

6 wilayah masuk kategori rawan selama pilkades serentak di Kabupaten Cilacap. Namun Dispermades tidak miliki data desa yang masuk kategori rawan. (narisakti/bercahayanews.com)

CILACAP – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Cilacap, tidak miliki data wilayah rawan dalam pilkades serentak. Data ini berada di tangan petugas Polres Cilacap.

Pilkades serentak melibatkan 44 desa di Kabupaten Cilacap, Senin (28/3/2022) dan tersebar di 18 kecamatan. Petugas melihat ada sejumlah potensi kerawanan dengan beragam penyebab. Mulai dari perebutan suara antar calon, kondisi geografis hingga jumlah desa yang menggelar pilkades dalam 1 kecamatan.

Kapolres Cilacap, AKBP Eko Widianto mengatakan, ada 6 wilayah yang masuk kategori rawan gesekan. Namun dia tidak menyebutkan secara detail wilayah mana saja yang masuk rawan tersebut.

“Ada 6 wilayah yang rawan gesekan dan kita pantau berdasarkan hasil deteksi intelejen,” ujarnya saat pemantauan bersama Forkompinda Cilacap.

Dia menambahkan, petugas mengambil langkah pengamanan khusus di daerah rawan tersebut. Pertama adalah memperkuat personil di tiap TPS rawan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Cilacap, Achmad Arifin mengatakan, dia tidak miliki data dan desa mana saja yang rawan dalam pilkades serentak. Dinas juga tidak memiliki data wiKarena data ini masih ada di tangan petugas Polres Cilacap.

“Data titik rawan ada di jajaran beliau (Kapolres). Kami belum dapat informasi yang rawan desa mana saja,” kata Arifin, Senin (28/3/2022).

Dia menginformasikan, Polres Cilacap sudah menerjunkan petugas termasuk dari para intelejen untuk memantau dan melihat segala perkembangan selama pilkades serentak. Termasuk mengamankan desa yang sudah masuk data rawan pilkades. Hingga dia merasa yakin jajaran kepolisian agar bisa mengambil langkah cepat dan tepat jika terjadi masalah di lapangan.

“Saya yakin jajaran Kepolisian sudah turun semua di wilayah rawan,” katanya.

Arifin menambahkan, saat ini pilkades serentak ada di 44 desa dan tersebar di 18 kecamatan. Pemerintah Kabupaten Cilacap membentuk 3 tim monitoring. Tim pertama berisikan Bupati dan Kapolres serta jajaran Forkompinda. Sementara tim 2 dipimpin Wakil Bupati Cilacap.

“Tim 3 ada Pak Sekda,” tegasnya. (*)

Exit mobile version