JAKARTA – Doa niat berpuasa termasuk doa pendek yang mudah dihafal. Umat Muslim melafalkannya selama satu bulan penuh saat menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan. Namun, setelah Ramadan berakhir, banyak yang lupa dengan doa ini.
Hari pertama pausa Ramadan bertepatan dengan 1 Maret 2025. Pemerintah memastikan hal ini melalui proses sidang isbat di Kantor Kementerian Agama RI. Mayoritas warga mengikuti keputusan tersebut dan Jumat (28/2/2025) malam, mereka menggelar sholat tarawih dan witir berjamaah.
Umat Muslim selalu mengawali setiap aktivitas dengan doa sebagai bentuk permohonan ridho Allah SWT. Doa juga menjadi inti dari ibadah, sehingga setiap kegiatan memiliki doa tersendiri, termasuk doa niat berpuasa selama bulan Ramadan.
Berikut doa niat berpuasa:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضُ الشَّهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Bacaan latinnya:
Nawaitu shauma ghadin ‘an ‘ada’i fardhu-syh-shyahri ramadhana hadzihi-s-sanati lillâhi ta’âla.
Artinya:
“Saya berniat puasa esok hari untuk menjalankan fardu bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta’ala.”
Umat Muslim sebaiknya melafalkan doa ini sebelum memulai ibadah puasa. Waktu yang tepat untuk membacanya adalah pada malam hari, sejak matahari terbenam hingga sebelum fajar atau matahari terbit.
Hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Abu Daud menegaskan pentingnya niat puasa:
مَنْ لَمْ يُبَيِّتْ النِّيَّةَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ
Artinya: “Barang siapa yang tidak berniat puasa di malam hari sebelum terbitnya fajar, maka tidak ada puasa baginya.” (HR. Abu Daud, at-Tirmidzi, an-Nasa’i, Ibnu Majah, dan Ahmad).
Dengan memahami doa niat berpuasa dan waktu yang tepat untuk membacanya, umat Muslim dapat menjalankan ibadah puasa dengan sempurna. Semoga doa ini menjadi tuntunan bagi kita semua. (*)
