Bisnis  

DPR Bungkam Soal Roadmap Investasi Danantara, Hindari Spekulasi

ilustrasi

JAKARTA – Ketua Komisi XI DPR RI, M Misbakhun, memilih bungkam dan tidak membuka ke publik tentang detail roadmap investasi milik BPI Danantara. Hal ini dia lakukan untuk menjaga kerahasiaan informasi strategis yang berpotensi menimbulkan spekulasi di pasar keuangan.

Komisi XI DPR RI menggelar rapat tertutup bersama BPI Danantara. Perwakilan pemerintah antara lain Menteri BUMN Erick Thohir, CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani. Usai rapat ini, semua pihak tidak memberikan penjelasan detail materi pembahasan maupun hasil rapat.

“Kami tidak bisa menjelaskan roadmap investasi Danantara karena ini menyangkut data sensitif. Jika dipublikasikan, bisa memicu interpretasi yang salah dan spekulasi pasar,” ujar Misbakhun.

Ia menjelaskan, pertemuan kali ini secara khusus membahas roadmap dan menyangkut arah serta rencana investasi Danantara ke depan. Namun, mengingat materi ini sangat strategis, DPR memilih bungkam dan tidak menceritakan ke publik. Hal ini ada kaitan dengan stabilitas pasar dan faktor lainnya.

Selain itu, DPR dan Danantara juga sepakat rapat bersifat tertutup. Hingga tidak ada awak media yang bisa masuk dan meliput agenda tersebut.

“Kita desain rapat ini secara tertutup agar materi pembahasannya tidak digunakan untuk kepentingan yang bisa menimbulkan dampak negatif, seperti spekulasi liar,” jelasnya.

Misbakhun juga mengingatkan bahwa berdasarkan keputusan rapat paripurna DPR pada 1 Juli 2025, pengawasan terhadap Danantara terbagi menjadi dua bagian. Komisi XI bertugas mengawasi aspek Holding Investasi dan penugasan Public Service Obligation (PSO). Sementara Komisi VI bertanggung jawab atas pengawasan Holding Operasional. (*)

Exit mobile version