CILACAP – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo pamitan dan undur diri dari jabatannya karena akan segera memasuki masa purna tugas. Karena sesuai dengan SK pelantikan, masa jabatan Ganjar Pranowo dan Taj Yasin berakhir pada 5 September 2023. Setelah itu, Kementerian Dalam Negeri akan menetapkan satu Pj Gubernur sampai Pilkada 2024.
Ganjar yang berpasangan dengan Taj Yasin menang dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah pada 2018 lalu. Pasangan ini mengalahkan Sudirman Said dan Ida Fauziah dengan meraup 58,78 persen suara.
Sebelumnya, Ganjar juga menang dalam pemilihan Gubernur Jawa Tengah pada 2013. Ganjar berhasil menang atas calon petahana yakni Bibit Waluyo. Dengan demikian, Ganjar Pranowo sudah berkuasa di Jawa Tengah selama 10 tahun ada 2 periode.
Ganjar sendiri sejak Kamis (10/8/2023), Ganjar melalukan road show di Cilacap. Dan saat mengikuti agenda Jateng Bersholawat Kamis malam di alun-alun Cilacap, Ganjar pamitan kepada warga setempat.
“Maka para alim ulama, warga dan Forkompinda Cilacap yang hadir malam ini, sebenarnya (saya) Gus Yasin dan ibu sebenarnya mau mohon pamit karena tanggal 5 september saya sudah pangsiun,” kata Ganjar
Menurutnya, selama 10 tahun memimpin Jawa Tengah tentu banyak kesalahan dia bersama Taj Yasin. Demikian juga dengan berbagai hal yang tidak membawa kesan baik bagi seluruh warga Jawa Tengah.
“10 tahun amanah diberikan kepada kami, pasti banyak kekurangan. Masih ada masyarakat yang belum berkenan. Atau kami banyak melakukan kesalahan. Karena itu kami mohon maaf jika dalam 10 tahun ini ada hal-hal yang tidak berkenan,” katanya.
Dia berharap agar Jawa Tengah akan kembali dipimpin oleh gubernur dan wakil gubernur yang lebih baik dari pada dirinya. Termasuk mempertahankan program Jateng Bersholawat. Karena agenda ini menjadi salah satu pilar untuk membangun.
“Tidak hanya membangun fisik, tapi juga spiritualitas,” kata Ganjar sembari memastikan kalau dirinya pamit dari tampuk pemerintah di Jawa Tengah. (*)
