CILACAP – Gelombang tinggi sering datang dan hajar wilayah perairan Cilacap. Di salah satu pantai, yakni Sodong bisa terdampak 2 kali dalam waktu sebulan. Hal ini membawa dampak dan kerusakan pada pantai yang menjadi salah satu obyek wisata.
Ancaman gelombang tinggi di pesisir selatan Jawa membawa dampak besar bagi masyarakat di Cilacap. Termasuk dalam periode selama 22 hingga 27 Desember 2022. Wilayah Pantai Sodong di Cilacap rusak dan puluhan tempat usaha warga hancur.
Pj Bupati Cilacap, Yunita Dyah Suminar mengatakan, gelombang tinggi yang hajar Pantai Sodong bisa mencapai 5 meter.
“Dari informasi yang kita dapat, dalam sebulan bisa 2 kali air itu pasang sampai 5 meter.
Dengan (ketinggian) 5 meter itu, air masuk ke daerah pemukiman. Sebenarnya (pantai) ini untuk wisata sehingga ini sangat membahayakan,” terang Pj Bupati saat berada di Pantai Sodong, Senin (26/12/2022).
Menurutnya, perlu ada upaya penanganan bersama-sama dengan melibatkan dinas dan instasi terkait. Mulai dari Kementerian PUPR, PSDA Provinsi hingga pemerintah Cilacap. Salah satunya dengan membangun pemecah gelombang.
Demikian juga dengan penanganan tanah timbul serta jalur evakuasi. Hanya saja, jalur ini akan melewati lahan milik TNI hingga perlu ada koordinasi lebih lanjut.
“Maka hari ini semua hadir. Nanti akan kita usulkan bersama-sama dengan konsep benar, dengan desain yang benar. Untuk mencegah agar air tidak masuk ke sini,” terangnya.
Dia menambahkan, penanganan yang bersifat fundamental atau mendasar sangat mutlak untuk mencegah bencana di masa mendatang.
Ketua DPRD Cilacap, Taufik Nurhidayat menambahkan, dana APBD Cilacap tidak mungkin masuk ke lahan milik TNI. Karena ini akan melanggar regulasi pemerintah. Meskipun masyarakat Cilacap menjadi korban dari gelombang tinggi.
“Alasan hukumnya sudah keliru,” kata dia.
Namun dia tetap berharap agar ada jalur evakuasi yang bisa digunakan warga Cilacap saat terjadi gelombang tinggi.
“Masalah dana bisa dari mana saja. Dari APBD kalau boleh, atau dari kementerian,” katanya. (*)
