CILACAP – Heri Sutrisno (32), masih punya target untuk gowes ke Bali meski harus tertunda oleh permintaan sang ibu. Ibunya meminta agar Heri terlebih dahulu pulang ke kampung halamannya di Desa Kedungreja Kecamatan Kedungreja, Cilacap.
Anak Cilacap ini membuktikan mampu gowes sampai Sabang menggunakan sepeda lowride. Bahkan dengan sepeda single speed. Dia mencapai kota paling ujung di barat Nusantara itu pada 4 Agustus 2022, tepatnya di tugu Nol Kilometer.
Heri sebenarnya memulai perjalanan dari Cilacap pada Mei 2022, tepatnya selepas lebaran. Dia menggowes sepeda low ride ke Jakarta dan tinggal di sana selama 1 bulan sambil bekerja.
Baru pada 19 Juni 2022, dia start dari Bundaran HI dan langsung menuju Lampung melalui pelabuhan penyeberangan Anyer-Bakaheuni. Setelah itu, anak Cilacap ini terus gowes menuju tujuan akhir yakni Sabang. Artinya dia sudah sekitar 2 bulan ini melakukan perjalanan dengan sepeda.
Heri mengaku punya target dari Sumatera gowes ke Pulau Dewata, Bali tapi harus tertunda oleh permintaan sang ibu.
“Ibu minta pulang ke rumah dulu. Karena sekarang ibu di rumah sendirian,” katanya.
Dia menambahkan, sang ibu selalu menghubungi selama perjalanan Cilacap sampai Sabang. Demikian juga saat dirinya tengah dalam perjalan pulang ke Jawa Tengah. Informasi terakhir, Heri sudah sampai Bengkulu selepas dari Sabang.
Dan tiap kali menelpon, sang ibu selalu meminta agar Heri mengurungkan niatnya melanjutkan perjalanan ke Bali.
“(Permintaan ibu) ini yang bikin berat (melanjutkan perjalanan ke Bali),” kata dia.
Hingga dia memutuskan mengambil langkah tepas yakni pulang ke kampung halamannya. Konsekwensinya adalah target gowes ke Bali tertunda oleh permintaan sang ibu.
“Ya pulang dulu ke kampung,” tegasnya. (*)
