News  

Gunung Padang di Cilacap. Tumpukan Batu Untuk Bangun Istana?

Warga dalam sebuah pendakian ke Situs Gunung Padang di Desa Salebu Kecamatan Majenang, Cilacap. Bebatuan di Situs Gunung Padang di Cilacap dipercaya untuk membangun istana. (doc)

CILACAP – Situs Gunung Padang di Desa Salebu Kecamatan Majenang, Cilacap mulai terkuak secara luas sejak 2008 lalu. Lokasinya yang terkepung perbukitan, jauh dari rumah warga membuatnya seolah tidak pernah terjamah. Meski kalangan tertentu sudah mengenalnya. Konon, sejumlah tokoh nasional pernah menyambangi situs Gunung Padang di Cilacap.

Situs Gunung Padang berupa tumpukan balok-balok batu dengan panjang dan lebar sekitar 30 meter. Tumpukan batu ini menyerupai piramid yang tingginya mencapai sekitar 15 meter. Batu dari jenis batuan granit ini tertata rapi dengan bentuk yang bervariasi. Sebagaian bersegi empat, lima dan lainnya segi enam. Bahkan ada sebagian yang memilik segi delapan yang kesemuanya terpahat halus. Batu-batu ini hampir seluruhnya menghadap ke arah timur.

Terkuaknya situs ini setelah sejumlah warga lokal bersama media, melakukan ekspedisi ke situs Gunung Padang pada 2008. Menyusul kemudian eksedisi serupa pada 2012 yang melibatkan lebih banyak media, akademisi dan sejumlah mahasiswa dari Unsoed, Purwokerto.

Warga setempat percaya kalau bebatuan ini menjadi bahan untuk mendirikan sebuah istana. Alasan mereka karena bentuk batuan yang memanjang dan rapi, mirip tiang atau pilar bangunan besar. Dan pada umumnya, istana merupakan bangunan megah, besar dengan pilar atau penyangga berukuran besar pula.

Marnoto, salah satu juru kunci Gunung Padang mengatakan, kepercayaan batu ini sebagai bahan membangun istana sudah tersebar luas. Karenanya, batu di sana kerap dinamai bebahanan.

“Ada yang bilang Gunung Padang ini sebagai bebahanan,” katanya.

Dia menambahkan, sudah kerap mengantarkan orang untuk berziarah ke situs yang berada di ketinggian 618 mdpl tersebut. Tujuannya sangat beragam. Salah satunya mencari air guna kesembuhan penyakit tertentu. Tidak tanggung-tanggung, pengunjung tersebut berasal dari luar Cilacap.

“Pernah ada yang minta diantar naik. Katanya mau nyari air dari Gunung Padang,” kata mantan perangkat desa tersebut.

Jika memang bebatuan situs Gunung Padang untuk bangun istana, siapa yang akan memiliki istana tersebut. (*)

Exit mobile version