TANJUNGPANDAN – Pedagang di Pasar Tradisional Tanjungpandan menyampaikan bahwa harga ayam naik tajam sejak tiga hari terakhir. Kenaikan tersebut langsung menurunkan daya beli masyarakat yang sebelumnya masih cukup stabil.
Bandi pedagang ayam segar, menyebut bahwa ayam naik dari Rp43 ribu menjadi Rp46 ribu per kilogram. Ia menduga harga naik karena stok ayam terbatas sejak awal pekan ini. “Saya sudah tiga hari jual dengan harga baru. Harga naik, pembeli langsung jadi sepi,” ujar Bandi. Untuk mengatasi dampak dari harga naik, pedagang lain, memilih menjual ayam beku dari Bangka.
“Mulai tiga hari lalu saya jual ayam es Rp43 ribu. Harga naik terus,” kata Besit. Ia menjelaskan ayam es tetap layak dikonsumsi dan kualitasnya tidak jauh berbeda dari ayam segar.
Untuk mengatasi dampak dari ayam naik, pedagang lain bernama Besit memilih menjual ayam beku atau ayam es yang ia datangkan langsung dari Bangka. Ia berharap solusi ini bisa membantu konsumen yang keberatan dengan harga ayam segar.
Ia menilai kualitas ayam es masih bisa bersaing dengan ayam segar. Ia pun berharap harga naik tidak berlangsung lama agar aktivitas jual beli kembali normal.
“Kalau harga ayam naik, pasti pembeli berkurang. Saya berharap harga segera stabil supaya penjual dan pelanggan sama-sama nyaman,” tutup Besit. Meski begitu, ia berharap harga naik tidak berlangsung lama agar konsumen nyaman membeli lagi. (*)
