Bisnis  

Harga Cabai Rawit Besar Melonjak, Sentuh Rp200 Ribu per Kilogram di Sejumlah Daerah

Harga cabai rawit besar di berbagai daerah terus naik. Harga komoditas ini paling tinggi mencapai Rp200 ribu. (bercahayanews.com)

JAKARTA – Harga cabai rawit besar dan cabai rawit merah terus mengalami lonjakan signifikan sepanjang Februari 2026. Di sejumlah wilayah, harga bahkan menembus Rp200 ribu per kilogram akibat gangguan pasokan dan distribusi yang belum merata.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga rata-rata nasional cabai rawit pada pekan kedua Februari melonjak 19,89 persen, dari Rp57.492 menjadi Rp68.928 per kilogram. Kenaikan harga komoditas tersebut terjadi di hampir 60 persen wilayah Indonesia.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyebut komoditas cabai rawit mengalami peningkatan harga yang sangat tinggi dan berdampak luas di berbagai daerah.

“Cabai rawit ini mengalami peningkatan yang tergolong cukup tinggi sekali,” ujar Ateng dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang disiarkan daring, Senin, 23 Februari 2026.

BPS juga mencatat disparitas harga yang tajam antarwilayah. Sejumlah daerah masih menjual cabai rawit di kisaran Rp23.000 per kilogram. Namun, Kabupaten Nduga, Papua, mencatat harga tertinggi hingga Rp200 ribu per kilogram.

“Harga tertingginya sampai Rp200 ribu. Ini di Kabupaten Nduga,” kata Ateng.

Pemerintah mengidentifikasi gangguan pasokan di sentra produksi sebagai pemicu utama lonjakan harga cabai rawit besar. Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian, Agung Sunusi, menyatakan panen telah dimulai di 21 kabupaten/kota, tetapi distribusi belum menjangkau seluruh pasar secara merata.

Ia mencontohkan kondisi di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, sebagai salah satu lumbung cabai nasional. Menjelang Ramadan, aktivitas pemetikan sempat terhenti karena faktor sosiokultural.

“Ada permasalahan historikal di sana, di mana tiga hari sebelum puasa tidak ada aktivitas pemetikan,” tegasnya. (*)

Exit mobile version