SURAKARTA – Menjelang bulan Sadranan, masyarakat menaikkan permintaan pisang raja dan menyebabkan harga pisang meroket di banyak daerah Jawa Tengah. Pedagang di Klaten dan Boyolali mengaku kesulitan memenuhi lonjakan permintaan sehingga harga pisang di tingkat pasar tradisional.
Mahuda Adi Winata menjelaskan bahwa pedagang menjual satu sisir pisang besar hingga Rp100.000 karena harga meroket tajam. Ia menyebut pengepul menaikkan harga kulakan sejak awal pekan dan menyebabkan harga pisang hingga dua kali lipat.
Menurut Mahuda, permintaan Sadranan mendorong pembelian besar dan membuat pedagang pasar terpaksa menaikkan harga, sehingga harga pisang meroket. Mahuda memperkirakan awal Ramadan harga turun, namun menjelang Lebaran permintaan meningkat lagi dan harga meroket kembali terjadi.
Tugiman, pedagang lain, menyebut harga pisang raja kini mencapai Rp50.000 per sisir karena harga meroket secara perlahan. Ia melihat pembeli membeli pisang untuk roti dan gorengan, menyebabkan harga pisang bertahap sejak pertengahan bulan ini.
Warga tetap membeli pisang raja untuk kebutuhan Sadranan, sedangkan pasokan dari Klaten terbatas dan membuat harga terus. Pasar Legi Solo menerima pasokan dari Boyolali dan Klaten, namun permintaan tinggi tetap membuat harga meroket setiap harinya. (*)
