CILACAP – Harga komoditas telur ayam, kembali naik gegara bantuan sosial atau bansos mulai turun dari pemerintah. Kenaikan harga ini sudah terjadi sejak pekan lalu yang naik dari Rp 25 ribu per kg menjadi Rp 28 ribu.
Dalam kondisi normal, harga telur per kg antara Rp 25 ribu atau Rp 26 ribu. Namun tiap kali menjelang bansos turun, harga telur akan selalu naik. Kenaikan tersebut cukup variatif dan selalu berbeda tiap waktu.
Seperti di akhir November 2022 ini bertepatan dengan bansos turun secara merata di Kabupaten Cilacap. Saat ini, pemerintah tengah mencairkan 3 jenis bansos sekaligus. Yakni BLT BBM, BPNT dan bagi peserta PKH.
Dan bagi peserta PKH, ada yang menerima bantuan lainnya berupa BLT BBM dan BPNT sekaligus. Hingga mereka bisa menerima Rp 2 juta sekaligus. Ini dengan menghitung BLT BBM per bulan nilainya adalah Rp 150 ribu. Sementara BPNT sebesar Rp 200 ribu per bulan. Hanya saja, pencairan 2 bansos di November ini untuk 2 bulan. Sementara besaran bagi peserta PKH akan melihat kriteria tertentu.
Kepala Pasar Majenang, Taswa mengatakan, harga telur sudah naik sejak pekan lalu gegara mendekati bansos turun di Kabupaten Cilacap.
“Pekan lalu sudah naik jadi Rp 28 ribu,” katanya, Selasa (29/11/2022).
Dia menduga, harga telur naik karena komoditas ini lebih banyak terserap langsung ke masyarakat gegara bansos turun. Hingga pasokan ke pasar tradisional menurun drastis. Dan biasanya, telur di tangan peternak ayam jauh hari sudah dipesan oleh masyarakat.
“Mungkin karena terserap langsung ke masyarakat hingga pasokan ke pasar jadi turun,” katanya.
Taswa mengatakan, puncak harga telur terjadi antara Juli dan Agustus 2022. Saat itu harganya mencapai Rp 35 ribu dan Rp 36 ribu per kg. Penyebabnya karena kebutuhan masyarakat selama peringatan Agustus.
“Puncaknya pas Juli dan Agustus. Faktornya banyak,” tegasnya. (*)
