News  

Industri Jamu Herbal Terus Berkembang

Sejumlah tokoh minum jamu bersama, Jumat (23/9/2022). Industri jamu herbal di Cilacap dan sekitarnya terus berkembang. Ini ditandai dengan bertambahnya pelaku usaha jamu dan produk yang beredar. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Industri jamu herbal di wilayah Banyumas Raya, terus berkembang dengan bertambahnya pelaku usaha jamu. Mereka tergabung dalam Perkumpulan Pelaku Jamu Alami Indonesia (PPJAI) dengan memiliki beragam merk. Saat ini sudah ada 150 anggota dan 12 sudah berbentuk industri.

Jamu, terutama dari Cilacap sebelumnya terkenal karena mengandung bahan kimia yang justru berbahaya bagi penggunanya. Namun sekarang sudah ada pergeseran dan citra jamu Cilacap berubah menjadi produk sehat dan aman.

Ketua PPJAI, Mukit Hendrayatno mengatakan, perkembangan industri jamu herbal sekarang menuju arah positif.

“Lebih dari 5 atau 7 tahun, kita kawal jamu herbal lewat PPJAI. (Citra) Jamu Cilacap kini berubah,” katanya.

Selain imej yang berubah, industri jamu herbal berkembang dengan makin banyak anggota baru. Demikian juga dengan produk yang langsung masuk ke pasaran. Terlihat dengan adanya ijin edar dari BPOM yang memastikan produk ini aman bagi konsumen.

“Ada 300 ijin edar. Saya kira ini berkat dukungan pemerintah, DPR, dinas, wartawan yang terus memberitakan secara berimbang. Dan akademisi juga kita butuhkan,” kata dia.

Dia meyakini, dukungan ini akan menambah percepatan perubahan citra jamu Cilacap dan sekitarnya. Juga mendukung perkembangan industri jamu herbal di sana.

“Supaya revitalisasi jamu Cilacap bisa kita dorong menjadi daya unggul ekonomi kita. Jika Banyumas Raya bisa menjadikan jamu sebagai produk unggulan, saya yakin bisa memberikan kontribusi unggulan ke ekonomi daerah,” tegasnya.

Kepala Loka POM Banyumas, Suliyanto mengatakan kalau masih ada pelaku jamu ilegal di Cilacap. Namun jumlahnya terus berkurang. Hingga dia melihat agenda Sinergi Penta Heliks menjadi upaya bersama untuk menghilangkan produksi ataupun peredaran jamu ilegal di Cilacap.

“Kami tidak tutup mata masih ada jamu ilegal. Kita harus kerja sama terus dengan semua sektor. Termasuk PPJAI, perkumpulan pelaku jamu yang komitmen kembangkan jamu aman,” tegasnya. (*)

Exit mobile version