News  

Ini Alasan Harus Punya MyPertamina

ilustrasi

CILACAP – Berikut ini ada alasan dan penjelasan dari sejumlah pihak tentang pentingnya harus punya aplikasi MyPertamina. Aplikasi milik Pertamina tersebut akan membantu warga kurang mampu lebih bisa menikmati BBM subsidi.

MyPertamina menjadi upaya pemerintah dan Pertamina dalam menyalurkan BBM Subsidi bagi warga kurang mampu atau pelaku usaha yang memang membutuhkan. Pengisian solar subsidi atau Pertalite harus sesuai dengan pengaturan jenis kendaraan tertentu.

Pertamina membangun aplikasi MyPertamina dalam rangka program digitalisasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Pengguna MyPertamina akan membantu program BBM 1 harga untuk keadilan energi.

Selain itu, MyPertamina bisa menjadi E-Payment. Pengguna dapat memindai QR Code pada saat melakukan pembayaran di SPBU. Masyarakat akan mendapatkan poin yang dapat ditukarkan dengan berbagai reward. ini mejadi alasan penting agar masyarakat punya aplikasi MyPertamina.

Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Semarang, Dr Lasmiatun membeberkan alasan warga harus punya aplikasi MyPertamina. Salah satunya mendukung agenda pemerintah terkait BBM subsidi.

“Langkah pemerintah membatasi distribusi BBM bersubsidi dengan penataan yang baik sangat penting. Upaya awal adalah dengan mendata kendaraan yang berhak mendapatkan subsidi. dengan menerapkan aplikasi MyPertamina. Platfrom ini dapat disinkronkan dengan data Dinas Sosial,” terangnya.

Pemerintah telah menaikkan subsidi dan kompensasi energi menjadi Rp 502,4 triliun dalam APBN-Perubahan 2022. Namun, distribusi BBM bersubsidi hanya akan efektif jika ada payung hukum. Tanpa aturan jelas, upaya mencegah kebocoran subsidi kandas dalam pelaksanaan.

“Pemerintah perlu mendorong reformasi subsidi BBM dengan memperbaiki mekanisme pemberian subsidi BBM yang dalam kenyataanya masyarakat pra sejahtera kurang bisa menikmati,” tegasnya.

Dari data yang ada menyebutkan, pembeli solar subsidi 89 persen adalah dunia usaha. Sementara masyarakat hanya 11 persen. Dan dari 11 persen itu, 95 persen penikmat subsidi BBM jenis Solar adalah orang mampu. Sementara untuk Pertalite, 14 persen penggunanya justru dunia usaha dan 86 persen oleh masyarakat. (*)

Exit mobile version