News  

Innalillahi. Jemaah Haji Cilacap Meninggal Saat Mau Terbang

ilustrasi

CILACAP – Sumar, jemaah haji asal Cilacap, meninggal dunia saat sudah berada di asrama haji Donohudan, Solo, Rabu (14/6/2023) sekitar pukul 12.15. Dia tergabung dalam kloter 69 dan berasal dari Kecamatan Kawunganten. Almarhum meninggal setelah sempat mendapatkan perawatan di RSUD Moeardi, Solo.

Kabar tentang jemaah haji Cilacap yang meninggal, tersebar melalui pesan di grup WA. Pesan ini kemudian menyebar ke sejumlah grup lainnya. Termasuk grup guru mengingat salah satu menantu almarhum berprofesi sebagai pengajar di salah satu SMP.

Sesuai jadwal awal, kloter 69 berisi sebanyak 355 orang dan berangkat dari Cilacap pada 13 Juni 2023 pukul 02.30. Rencananya, kloter ini terbang ke tanah suci pada 14 Juni 2023 pukul 11.00 WIB.

Saat tiba di asrama haji, seluruh jemaah harus mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan. Seperti pemeriksaan barang terakhir oleh para petugas di sana. Baru kemudian, rombonan jemaah haji ini berangkat ke bandara dan terbang menggunakan pesawat terbang menuju tanah suci.

Total ada 933 jemaah haji asal Cilacap. Seluruh jemaah haji ini terbagi dalam 4 kloter, yakni 68, 69, 70 dan 71. Rinciannya adalah kloter 68 berisi 158 orang jamaah. Untuk kloter 69 dan 70 masing-masing berisi 355 orang. Sementara kloter 71 ada 71 orang dan tergabung bersama jamaah dari Kabupaten Purbalingga.

Kabag Kesra Setda Cilacap, M Najib membenarkan kabar jemaah haji Cilacap yang meninggal di Solo. Pihaknya sejak siang sudah menerima kabar tersebut dan langsung melakukan pengecekan.

“Tadi kita ke RS Moewardi untuk memastikan kabar yang beredar. Memang betul Bapak Sumar jemaah haji kloter 69 asal Kawunganten meninggal dunia,” katanya melalui pesan WA.

Dia mengatakan, almarhum meninggal karena mengalami gangguan jantung.

“Karena serangan jantung,” ujarnya singkat. (*)

Exit mobile version